Jumat, 17 October 2014

‘Beatles’ Akan Ramaikan Penutupan PPAKH XX

Semua cabang sudah dipertandingkan, kecuali kompetisi akustik.
CR-18
Foto: Panitia PPAKH XX

Niat Soewito Suhardiman Eddymurthy Kardono (SSEK) selaku panitia tuan rumah ingin membuat Pertandingan Persahabatan Antar Konsultan Hukum (PPAKH) XX lain dari edisi-edisi sebelumnya benar-benar bukan sesumbar belaka. Setelah menyemarakkan acara pembukaan dengan , SSEK kini menyiapkan acara penutupan yang ‘spesial’.
 
Alasan pertama kenapa penutupan PPAKH XX akan spesial adalah pemilihan tempat. Edisi-edisi sebelumnya, acara penutupan PPAKH selalu diadakan di gedung olahraga. Dua edisi terakhir, misalnya, acara penutupan dan digelar di Gedung Hall Basket Senayan, Jakarta. Kali ini, SSEK memilih the Foundry No. 8.
 
Apa itu the Foundry No. 8? Yang jelas bukan gedung olahraga. Berdasarkan penelusuran the Foundry adalah semacam tempat nongkrong warga metropolitan Jakarta dan sekitarnya yang berlokasi di kawasan Sudirman Central Business District. Merujuk pada , the Foundry No. 8 menyebut dirinya “Jakarta’s first pop up urban district”. Di dalamnya, terdapat kuliner, fashion, dan ruang serbaguna.      
Ketua Panitia, Stephen Igor Warokka menjelaskan alasan kenapa memilih the Foundry No. 8. Menurut dia, panitia berupaya mencari tempat yang memungkinkan partisipan untuk bersantai, setelah kurang lebih sebulan bertanding di PPAKH. Kebetulan, berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya, penutupan PPAKH XX akan digelar ketika seluruh cabang yang dipertandingkan telah rampung, kecuali kompetisi akustik.
 
“Setelah kita telusuri beberapa pilihan tempat, akhirnya kami pikir the Foundry No. 8 adalah pilihan yang paling representatif,” kata Stephen melalui telepon, Jumat (17/10).
 
Stephen mengatakan konsep acara penutupan yang akan digelar Sabtu (18/10), mulai pukul 16.30, akan berbeda dengan pembukaan, karena panitia tidak meminta partisipan PPAKH XX untuk berkreasi kostum. Panitia membebaskan para partisipan untuk mengenakan pakaian apa.
 
“Kita tunggulah kejutannya gimana dari para peserta karena kan basically itu akustik tapi nggak menutup kemungkinan peserta berkreasi kayak gimana,” ujar Stephen.
 
Terkait pengisi acara, Stephen mengatakan panitia akan menghadirkan G-Pluck. Stephen yakin para partisipan PPAKH XX akan terhibur oleh penampilan band yang mengklaim diri sebagai The Beatles Indonesia ini.
 

Meskipun masih menyisakan kompetisi akustik, kandidat juara umum PPAKH XX sebenarnya sudah bisa diprediksi. Merujuk pada klasmen sementara, Hanafiah Ponggawa and Partners (HPRP) masing memimpin di posisi teratas. Rincian perolehan medali yang diraih HPRP adalah empat emas, dua perak, dan satu perunggu.


 































































































































Klasmen Sementara (Update 12 Oktober 2014)

No

Nama Kantor

Emas

Perak

Perunggu

1

HPRP

IIII

II

I

2

DNC

II

I

 

3

ABNR

I

II

I

4

HHP

I

I

II

5

AHP

I

I

 

6

AKHH

I

 

 

7

MKK

I

 

 

8

LGS

I

 

 

9

BAHAR

 

II

I

10

HBT

 

I

III

11

S&T

 

I

II

12

M&T

 

I

 

13

SSEK

 

 

II

14

AKSET

 

 

 

15

LSM

 

 

 

16

MDC

 

 

 

 

Berada di posisi kedua adalah Dermawan and Co (DNC) dengan perolehan medali, dua emas dan satu perak. Dengan komposisi klasmen ini, HPRP sebenarnya sudah dapat dipastikan sebagai juara umum. Karena, walaupun DNC berhasil meraih emas pada kompetisi akustik, posisi HPRP tidak tergoyahkan.
 
Posisi DNC justru yang terancam tergeser karena Ali Budiarjo Nugroho Reksodiputro (ABNR) dan Hadiputranto, Hadinoto and Partners (HHP) siap melejit ke posisi kedua, jika salah satu dari mereka berhasil menyabet medali emas pada kompetisi akustik. ABNR saat ini telah meraih satu emas, dua perak, dan satu perunggu. Sedangkan, HHP meraih satu emas, satu perak, dan dua perunggu.
 
Hasil paling minim sejauh ini diraih oleh Arfidea Kadri Sahetapy-Engel Tisnadisastra (AKSET), Lubis Santosa Maramis (LSM), dan Melli Darsa and Co (MDC). Ketiga kantor hukum tersebut belum meraih medali sama sekali.
Fun Run

PPAKH XVIIIPPAKH XIX

hukumonline, website resminya










Kandidat Juara Umum




Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua