Kamis, 23 October 2014

‘Ganteng-Ganteng Lawyer’ Ada Karena ‘Cantik-Cantik Lawyer’

Sempat muncul dugaan pemilik akun Instagram @gantenggantenglawyer terkait dengan kepanitiaan PPAKH XX.
CR-18
Halaman Instagram @cantikcantiklawyer. Foto: Instagram
Siapa pemilik atau admin akun Instagram @gantenggantenglawyer? Pertanyaan ini muncul di benak hukumonline, sejak kali pertama akun Instagram yang berisi kumpulan foto pengacara tampan itu ditemukan. Untuk mencari jawabannya, hukumonline melakukan beberapa cara. Mulai dari kasak-kusuk bertanya di kalangan pengacara hingga meninggalkan pesan pribadi atau komentar di akun Instagram @gantenggantenglawyer.

Upaya hukumonline kasak-kusuk di kalangan pengacara tidak membuahkan hasil. Upaya meninggalkan pesan di akun Instagram juga tidak membuahkan hasil maksimal.
 
Pesan pribadi pertama dikirimkan hukumonline pada 6 Oktober 2014 yang isinya meminta kesediaan admin akun Instagram @gantenggantenglawyer untuk diwawancara. Karena tak menuai respon, selang tiga hari kemudian, hukumonline kembali meninggalkan pesan untuk sang admin yang isinya langsung mengajukan beberapa pertanyaan.
 
Kurang lebih seminggu setelah meninggal pesan pribadi dan beberapa komentar, sang admin akhirnya merespon. Namun, sedari awal, si admin menolak identitasnya diungkap. Karenanya, dia menolak ketika hukumonline meminta waktu untuk wawancara tatap muka atau via email. Admin hanya bersedia menjawab pertanyaan hukumonline melalui Instagram.
 
“Niatku bikin akun ini hanya untuk mengimbangi akun @cantikcantiklawyer saja. Supaya ada kesetaraan gender. Bukan hanya perempuan yang dieksploitasi,” tulis admin @gantenggantenglawyer.
 
Menilik namanya yang mirip, akun Instagram @cantikcantiklawyer adalah halaman serupa @gantenggantenglawyer, berisi foto-foto pengacara wanita cantik. Sayangnya, akun @cantikcantiklawyer kini tidak aktif lagi. Di halaman depan terpampang tulisan yang menjelaskan kenapa akun @cantikcantiklawyer. “Pensiun. Ketauan Istri.”
 
Foto-foto pengacara wanita cantik pun sudah dihapus. Yang tersisa hanya dua foto tulisan yang terakhir diunggah 30 Agustus 2014 “The Most Beautiful Women Are Lawyers” dan “That’s All Folks”.
 
Seseorang yang membuat akun @cantik2lawyer sempat melontarkan komentar “Boleh dioper kesini gan, dm ye, biar kita bantu mantau yg cantik2.” Akun @cantik2lawyer sendiri hingga kini belum menunjukkan satupun aktivitas.
 
Teka-teki tentang siapa pemilik akun @gantenggantenglawyer ternyata juga membuat para pengacara yang masuk daftar “Ganteng-Ganteng Lawyer” penasaran. Alkira Noersatryo sempat curiga pemilik akun @gantenggantenglawyer berkaitan dengan penyelenggaraan Pertandingan Persahabatan Antar Konsultan Hukum (PPAKH) XX.
 
“Gue sempat berpikir kalau yang buat akun ini salah satu panitia PPAKH 2014, karena momen munculnya pas juga, dan untuk meramaikan acara juga,” ujar pengacara dari Soemadipradja & Taher ini.
 
Sebagaimana diketahui, panitia tuan rumah PPAKH XX adalah Soewito Suhardiman Eddymurthy Kardono (SSEK). Berdasarkan catatan hukumonline, PPAKH XX dimulai pada 16 Agustus 2014, sedangkan akun Instagram @gantenggantenglawyer mengunggah foto pertama kali pada 20 Agustus 2014.

Kecurigaan Alkira dibantah oleh panitia PPAKH XX. Ketua Panitia, Stephen Igor Warokka mengatakan akun @gantenggantenglawyer tidak ada kaitannya dengan panitia PPAKH XX. Apalagi, jika disebut munculnya @gantenggantenglawyer untuk meramaikan PPAKH XX. Lucunya, pengacara SSEK yang akrab disapa Igor ini justru meminta kepada hukumonline untuk memberi tahu dirinya jika jatidiri admin @gantenggantenglawyer sudah terungkap.
 
“Kalau sudah tahu siapa, kabar-kabarin ya,” ucap Igor melalui telepon, Kamis lalu (16/10).
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua