Kamis, 06 November 2014
FHUI 1992 Runners: Kiat Menjaga Sehat
Ada sekira 25 pelari aktif.
M-22/Mar
FHUI 1992 Runners: Kiat Menjaga Sehat
1992 FHUI Runners. Foto: Dokumentasi Pribadi.

Olahraga lari kembali populer di Indonesia beberapa tahun belakangan ini. Berbagai race lari diselenggarakan. Peserta yang ikut pun tak sedikit, bahkan bisa mencapai ribuan. Seiring dengan populernya olahraga ini di kalangan kelas menengah, berbagai komunitas lari pun bermunculan.

Salah satu komunitas lari itu adalah komunitas lari para lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) angkatan 1992. Atau sering disebut FHUI 1992 Runners. Mereka tetap mencoba menjaga kesehatan dengan terus berolahraga.

Faaris Pranawa, alumnus FHUI angkatan 1992, mengatakan bahwa komunitas lari ini dimulai pada 16 Juni 2013 lalu. “Ya, kita khawatir dengan kesehatan teman-teman. Mulai ngumpul, kalau bisa ditentukan tanggalnya. Pas itu kita bikin kaos rame-rame,” ujarnya mengenang pembentukan komunitas ini setahun yang lalu.

Lebih lanjut, Faaris mengatakan rekan-rekannya memilih berlari karena olahraga ini merupakan olahraga yang paling simple. “Lari paling gampang kali ya. Karena memang lagi rame kebetulan yang bayak itu memang lari,” tutur pria yang menjabat sebagai Kepala Bagian Hukum di salah satu BUMN ini.  

Faaris menuturkan setelah komunitas ini digagas, baru kemudian diketahui bahwa ada banyak teman-temannya sesama angkata 1992 FHUI yang aktif berlari. “Yang diam-diam lari sendiri ternyata ada juga. Kebetulan di beberapa kantor juga rame dan akhirnya basicly kita sering ngumpul ya (angkatan,-red) 92 itu,” ujarnya.

“Sering bertemu tiap tahun rutin dan punya group sendiri. Nah, akhirnya karena hobinya sama, serta paling gampang dan efektif buat kesehatan ya lari,” tambahnya.

Kini anggota dari komunitas ini berjumlah 25 orang. Sesuai dengan namanya, para anggota tentunya merupakan alumni FHUI angkatan 1992. Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi, seperti bankir, lawyer, notaris hingga head legal di perusahaan.

Meski profesi ini dikenal sebagai profesi yang sibuk, Faaris mengutarakan dirinya dan rekan-rekan tidak terlalu kesulitan untuk mengatur jadwal berlari bersama. “Kalau latihannya biasanya Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu. Ketemunya itu kalau nggak di GOR Kuningan, di Gelora Bung Karno dan kalau hari Sabtu di Ragunan,” tuturnya.

“Ya waktu dicari dibisa-bisakan. Kan nggak selalu diambil. Ya seminggu dua kali gitu dicarilah waktunya,” tambah Faaris sembari menuturkan bahwa komunitas ini tidak memiliki ketua atau struktur organisasi, melainkan hanya bersifat informal.

Bahkan, lanjutnya, para runners FHUI 1992 ada yang rutin berlari di pagi hari ke kantor. “Kan mulainya setengah enam. Kalau pagi sampai kantor bisa mandi, kemudian kerja. Atau kalau pagi nggak sempat, ambil yang malam sekitar jam 7. Paling banyak yang lari itu lima orang per hari,” ujarnya.

“Paling banyak (yang lari,-red) hari Sabtu di Ragunan. Jadi, habis itu ngumpul sekalian makan-makan,” tambahnya.

Berbagai race telah diikuti oleh para runners dari FHUI 1992 ini. Di antaranya adalah Jakarta Marathon hingga Silver Run yang digelar oleh Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) pada Agustus 2014 lalu.

Sebelumnya, salah seorang anggota FHUI 1992 Elizabeth Silalahi menuturkan bahwa mayoritas anggota FHUI 1992 berpartisipasi dalam acara SilveRun. Adapun mereka yang tidak ikut, karena berhalangan. “Anggota FHUI 92 mendapatkan informasi acara SilveRun melalui group WhatsApp dan social media,” ujar Elizabeth kepada hukumonline, beberapa waktu lalu.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.