Jumat, 07 November 2014

Cara Mudah dan Akurat Membaca Aturan Ketenagakerjaan

Disusun sedemikian rupa agar tidak merepotkan pembaca.
IHW (Klinik)
Foto: @klinikhukum


Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”) adalah undang-undang yang paling banyak diunduh dari pusat data hukumonline. Ini menandakan banyaknya minat pembaca dan pelanggan hukumonline untuk membaca peraturan tersebut.


Mencari undang-undang ini dengan berseluncur di media maya juga bukan perkara yang sulit. Tinggal mengetik judul undang-undang ini di kolom alat mesin pencari, lalu akan muncul ratusan ribu laman yang setidaknya memuat susunan kata ‘UU Ketenagakerjaan’. Singkatnya, semua orang, apa pun profesinya, mudah untuk mendapatkan naskah UU Ketenagakerjaan.


Masalahnya adalah UU Ketenagakerjaan yang ada saat ini sudah tidak utuh lagi. Ada beberapa putusan Mahkamah Konstitusi yang membatalkan beberapa pasal, membatalkan frasa suatu pasal atau memberi makna terhadap suatu pasal tertentu dari UU Ketenagakerjaan.


Putusan Mahkamah Konstitusi memang bisa langsung diakses oleh masyarakat di hari yang sama ketika suatu putusan pengujian suatu undang-undang dibacakan. Namun berapa banyak masyarakat yang paham ada suatu putusan MK terhadap suatu undang-undang? Atau mundur sebelumnya, berapa banyak juga masyarakat yang tahu bahwa suatu undang-undang sedang diuji di MK?


Ketika masyarakat tidak tahu ada putusan MK yang sudah ‘mempreteli’ keutuhan UU Ketenagakerjaan, maka masyarakat cenderung menelan mentah-mentah isi naskah UU Ketenagakerjaan.


Maka tak heran misalnya kalau dalam praktik sehari-hari masih ada pengusaha yang memutuskan hubungan kerja buruhnya dengan alasan kesalahan berat sesuai Pasal 158 UU Ketenagakerjaan. Padahal Pasal 158 itu sudah dibatalkan MK sejak 2004.


Hukumonline.com sebagai portal berita dan informasi hukum terbesar di Indonesia tentu prihatin dengan kondisi itu. Oleh karenanya, hukumonline berinisiatif untuk menyusun buku UU Ketenagakerjaan yang tujuannya mudah dibaca oleh semua kalangan dan tentu saja yang akurat dan sesuai dengan putusan MK.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua