Jumat, 06 February 2015

Isteri Pengacara Tertangkap Saat Pesta Sabu

ANT


 

 
Seorang isteri pengacara bersama dua temannya terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian karena kedapatan sedang asyik pesta narkotika jenis sabu-sabu di dalam rumahnya.



"Ketiga pelaku tertangkap dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti dalam sebuah penyelidikan di rumah tempat dilakukannya pesta sabu-sabu itu," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsekta Banjarmasin Utara AKP Ismet Wahyudi di Banjarmasin, Jumat.



Ia mengatakan, untuk isteri pengacara yang tertangkap itu diketahui berinisial LZ (40) warga Sei Miai Banjarmasin Utara dan dua temannya berinisial DM (45) kolektor serta RM (37) penjual batu akik warga Banjarmasin.



Mereka bertiga ditangkap pada Kamis (5/2) malam sekitar pukul 22.00 Wita di rumah LZ yang berlokasi di Jalan Sei Miai Banjarmasin Utara.



Saat dilakukan penangkapan, polisi langsung melakukan penggeledahan di dalam rumah tersebut dan menemukan barang bukti sabu-sabu yang disimpan di pentilasi udara dan di dalam beras.



"Kami temukan barang bukti sabu-sabu sebanyak sembilan paket seberat 4,36 gram dan saat kami geledah rumah itu pengacara berinisial TF tidak berada di tempat," tuturnya saat menggelar kasus tersebut.



Dikatakannya, saat ini ketiga pelaku LZ, DM dan RM sudah digiring ke Polsekta Banjarmasin Utara untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan terkait tindak pidana yang mereka perbuat.



Sedangkan untuk TF suami dari LZ hanya dijadikan saksi atas perbuatan isterinya, karena saat itu pengacara tersebut tidak berada di dalam rumah saat dilakukan penangkapan.



Hasil penyidikan sementara ketiga pelaku tersebut dijerat dengan pasal 112 jo 114 UU No 35 Tahun 2009 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman minimal empat tahun penjara.



"Kami akan menindak tegas siapapun orangnya yang berani melakukan penyalahgunaan narkotika di wilayah ini," ucap pria penyandang tiga balok di pundaknya itu.



Untuk diketahui RM dan DM merupakan residivis kasus narkotika dan baru saja mendapatkan bebas bersyarat pada Bulan September 2014.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua