Kamis, 12 Pebruari 2015

Jadi Caketum PERADI, Fauzie: Teruskan yang Baik, Benahi yang Kurang!

Isu Fauzie berada di bawah bayang-bayang Otto Hasibuan dinilai sebagai bentuk Black Campaign.
Ali Salmande
Deklarasi pasangan Fauzie Yusuf Hasibuan (kiri) - Thomas Edison Tampubolon (kanan) sebagai Calon Ketum dan Calon Sekjen PERADI di Jakarta, Kamis (12/2). Foto: RES.


Pasangan Calon Ketua Umum dan Calon Sekretaris Jenderal Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Fauzie Yusuf Hasibuan – Thomas Tampubolon menyatakan bahwa mereka akan meneruskan hal yang sudah baik di era kepemimpinan Otto Hasibuan dan memperbaiki yang dinilai masih kurang.


“Mana yang baik, tentu saya ikut. Kalau yang kurang, itu harus kami kerjakan,” ujarnya di sela-sela acara deklarasi pasangan Fauzie-Thomas untuk jabatan Ketua Umum dan  Sekjen PERADI di Gedung Joang, Jakarta, Kamis (12/2).


Salah satu prestasi PERADI di bawah kepemimpinan Otto adalah zero Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam pelaksanaan ujian advokat. Ini juga dianggap sebagai prestasi bagi pasangan ini karena Fauzie hingga saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang Pendidikan dan PKPA PERADI dan Thomas beberapa kali menjabat sebagai Ketua Panitia Ujian Advokat.


Bahkan, Thomas tegas menyatakan bahwa itu adalah dasar-dasar yang sudah diletakkan oleh Otto, sehingga akan diteruskan oleh pasangan ini. “Pak Otto sudah meletakkan dasar yang begitu kuat untuk generasi advokat yang muda. Susah payah kita pertahankan eksistensi PERADI. Ke DPR, (demonstrasi,-red) di Bundaran HI. Kita berkeringat dan berdebu,” ujarnya.


Sementara itu, Fauzie menegaskan dalam 10 tahun PERADI di bawah kepemimpinan Otto tentu ada kekurangan yang harus dibenahi. “Beberapa kekurangan selama 10 tahun ini akan kami benahi,” tukasnya.


Lalu, dalam hal apa yang dianggap pasangan ini masih kurang di era Otto Hasibuan?


Fauzie mengatakan jaringan komuniasi yang kurang baik dengan berbagai sektor lembaga negara. Salah satu contohnya, lanjutnya, adalah peran PERADI dalam proses legislasi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Menurutnya, PERADI harus bisa berperan aktif memberi masukan dalam setiap pembahasan rancangan undang-undang (RUU).


“Harapan kita bagaimana kita bisa aktif dalam pembuatan undang-undang atau dalam proses legislasi. Itu pada setiap undang-undang, bukan hanya sebatas undang-undang advokat,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua