Jumat, 27 Pebruari 2015

Deklarasi Caketum PERADI, Humphrey: Harus Ada Pergantian Rezim!

Yang dihadapi adalah rezim mirip Orde Baru, berwajah manis, tetapi kebusukannya ditaruh di bawah karpet.
Ali Salmande
Humphrey Djemat saat deklarasi sebagai calon Ketum DPN PERADI di Komisi Yudisial, Kamis (26/2). Foto: RES.


Advokat Humphrey Djemat membawa tema “Harus Ada Perubahan di Tubuh Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI)” saat mendeklarasikan dirinya sebagai calon ketua umum organisasi advokat itu di Gedung Komisi Yudisial (KY), Jakarta, Kamis (27/2).


“Harus ada pergantian rezim. Paradigmanya beda sama sekali. Ini yang saya tawarkan,” ujarnya.


Humphrey mengkritik bahwa PERADI selama ini belum melakukan tindakan-tindakan yang signifikan untuk mengangkat profesi advokat yang officium nobile, sebuah profesi yang mulia dan terhormat. Ia mengatakan hal tersebut bisa dilihat dari perlakuan penegak hukum lain terhadap profesi ini.


Misalnya, lanjut Humphrey, perlakuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kerap merugikan advokat, seperti saksi tidak bisa didampingi hingga mendampingi tersangka pun dibatasi dan kerap hanya dihadapkan dengan satpam KPK. ”Parahnya, kita dianggap sama dengan klien. Itu perlakuan KPK ke kita,” ujarnya.


Humphrey mengatakan perlakuan ini sebenarnya tidak boleh terjadi mengingat advokat juga disebut sebagai profesi penegak hukum. Ia menyebutkan perlakuan itu tidak bisa dilawan secara individu, tetapi harus dilakukan oleh organisasi sebesar PERADI.


“Secara individu nggak bisa buat apa-apa. Bila melawan, malah itu berbahaya. Yang bisa lakukan perlawanan adalah organisasi. Kenapa bisa? Karena organisasi punya kekuatan yang bisa mengatur anggotanya,” tambah Humphrey.


Lebih lanjut, Humphrey menilai bila organisasi sebesar PERADI mau membuat kebijakan kepada anggotanya untuk menolak, maka pemeriksaan di KPK bisa tidak berjalan. Pasalnya, hukum acara mengatur bahwa setiap pelaku yang diduga melakukan tindak pidana dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun harus memperoleh pendampingan hukum dari advokat.  


“KPK nanti yang akan datangi kita. Begitu juga dengan penegak hukum lain. Kita juga bisa hadapi polisi,” ujarnya.  

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua