Senin, 02 Maret 2015

Ajukan Somasi, Denny Malah Diperiksa Komisi Pengawas Advokat

Atas dasar rekan sejawat advokat harus saling menghormati dan menghargai.
RIA
Kantor DPN PERADI. Foto: RES


Niat advokat senior Denny Kailimang untuk meminta salinan hasil Musyawarah Nasional (Munas) I Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) di Pontianak 2010 lalu, terhambat. Upayanya mengajukan somasi ke para pengurus DPN PERADI dan panitia Munas itu justru “berbalik arah” terhadap dirinya.


Komisi Pengawas Advokat PERADI justru akan memeriksa Denny dan pihak-pihak yang dia somasi. Uniknya, hingga saat ini, Denny masih tercatat sebagai Ketua Komisi Pengawas Advokat PERADI.


Informasi ini awalnya disampaikan sendiri oleh Denny melalui pesan singkat kepada hukumonline. “Malam. Saya dengar soal somasi saya ditanggapi Komisi Pengawas Advokat dan sudah layangkan panggilan. Jadi, bisa kontak Timbang Pangaribuan. Katanya, besok Kamis 26 Februari akan diperiksa,” sebutnya melalui pesan singkat, Rabu (25/2) lalu. 


Denny mengatakan selaku Ketua Pengawas Advokat dirinya tidak dilibatkan karena menjadi salah seorang terperiksa dalam perkara ini. “Panel yang akan klarifikasi (soal somasi,-red) dan kalau diplenokan saya tidak ambil bagian karena saya juga akan diminta klarifikasi kenapa buat somasi dan apa maksud somasi dan materi apa saja yang diminta,” sebutnya lagi.


Panel untuk perkara somasi diisi oleh Timbang Pangaribuan, Said Damanik, dan Carrel Ticualu. Ketiga orang inilah yang akan memeriksa dan menyimpulkan benar atau tidak adanya pelanggaran yang dibuat oleh Denny.


Dihubungi oleh hukumonline, Timbang mengatakan pengiriman somasi itu lumrah dilakukan. Siapapun boleh melakukannya. Namun, lanjutnya, yang perlu diperhatikan adalah somasi itu pasti muncul karena ada sebab dan akibatnya. “Itu yang mau kita klarifikasi dan luruskan,” ucap Timbang melalui sambungan telepon.


Pemeriksaan ini menurut Timbang dilandaskan pada Pasal 5 butir a Kode Etik Advokat Indonesia yang mengatur hubungan yang terjalin antar rekan sejawat advokat harus dilandasi sikap saling menghormati, saling menghargai, dan saling mempercayai.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua