Rabu, 11 March 2015

Ini Cara KBRI Thailand Selamatkan WNI Terancam Hukuman Mati

Indonesia perlu memformalkan praktek Plead Guilty dan Plea Bargain.
Ali
Atase Kejaksaan KBRI Thailand, R Narendra Jatna. Foto: Ali.


Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Pepatah ini mungkin tepat bagi kebijakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Thailand dalam “menyelamatkan” Warga Negara Indonesia (WNI) yang terancam hukuman mati. Caranya, memahami hukum yang ada di Thailand dan memanfaatkan celah hukum yang ada.


Salah satunya adalah dengan meminta WNI yang terancam hukuman mati, misalnya kejahatan berat seperti menyelundupkan narkotika, untuk mengakui perbuatannya, dan tidak menyangkal di pengadilan.


Atase Kejaksaan KBRI Thailand, R Narendra Jatna menjelaskan bahwa sistem hukum Thailand memang memberikan apresiasi tinggi kepada terdakwa yang mengakui kesalahannya atau menyatakan “plead guilty”. Jika terdakwa mau mengaku bersalah, maka tuntutan bisa dikurangi.


“Jadi, saat dibacakan dakwaan, terdakwa diberi kesempatan, kamu mau ngaku nggak? Kalau nggak ngaku, masih akan diberi kesempatan kedua. Kalau ngaku, maka proses sidangnya lebih cepat dan diturunkan ancaman hukumannya,” jelas Narendra kepada hukumonline di Bangkok, Thailand, Kamis (5/3).


Narendra menjelaskan sudah ada beberapa Warga Negara Indonesia (WNI) yang lolos dari hukuman mati dengan sistem ini. Di antaranya dalam kasus penyelundupan narkoba yang beratnya sekilo atau dua kilo saja ancaman hukumannya bisa langsung mati. “Tapi, kalau plead guilty, bisa turun,” ujarnya lagi.


Di sinilah Atase Kejaksaan pada KBRI Thailand memainkan perannya. Yakni, memberikan nasehat hukum kepada WNI yang sedang terjerat kasus. “Kalau dia ‘plead guilty’ kan bisa susut. Kita sudah sampaikan, terserah kamu mau nggak mengakui perbuatan. Tugas kami untuk menjelaskan. Ini risikonya,” ujarnya.


Narendra menjelaskan beberapa WNI masih menganggap bahwa dirinya sebagai terdakwa bisa menggunakan “hak menyangkat” sebagaimana sistem hukum yang berlaku di Indonesia. “Kalau di Indonesia, kamu ngotot nggak mau ngaku, nggak salah juga. Cuma kami ingatkan, di sini risikonya seperti ini,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua