Sabtu, 21 March 2015

Narendra Jatna: Sosok Perpaduan Jaksa, Akademisi dan Ahli Hukum

“Ketika semakin tumbuh, bukan apa yang kita inginkan, tetapi berkembang menjadi apa yang bisa kita perbuat.”
Ali
Atase Kejaksaan KBRI Thailand, R Narendra Jatna. Foto: Ali.


Gaya bicaranya ceplas-ceplos. Teori-teori hukum begitu fasih keluar dari mulutnya. Bukan bualan kosong, karena teori-teori itu memang bisa ditemukan di sejumlah text book. Visinya ke depan pun sangat tajam. Apalagi, ketika berbicara seputar Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.


Namanya Raden Narendra Jatna. Pria yang fasih berbahasa Inggris dan bahasa Perancis ini berprofesi sebagai jaksa. Tak hanya itu, Narendra juga tercatat sebagai pengajar di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) – salah satu fakultas hukum terbaik di Indonesia – serta sejumlah fakultas hukum lainnya di Indonesia dan kursus bagi para calon advokat.


Berdasarkan penelusuran hukumonline, sejumlah kasus besar pernah ia tangani, dari kasus Abu Bakar Ba’asyir, kasus sisminbakum hingga kasus mantan Kabareskrim Susno Duaji. Dari segi keilmuan, Narendra juga sudah menelurkan sebuah buku tentang pencucian uang, salah satu bidang hukum yang digelutinya. 


Namun, ketika sosoknya akan diangkat, Narendra mendadak tertutup. Beberapa kali dia meminta agar informasi seputar dirinya tidak dipublikasikan. Sosok low profile atau tidak mau menonjol pun terlihat darinya.


Narendra menceritakan awal mula dirinya memilih berkecimpung dari jaksa. Yakni, karena ada panggilan tradisi dan hati nurani. Ayahnya juga seorang jaksa. Bahkan, ayahnya pernah menjabat sebagai Atase Kejaksaan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok, jabatan yang saat ini dipegangnya.


“Mungkin latar belakang budaya dan kultur yang menyebabkan. Ayah saya 26 tahun lalu jadi Atase Kejaksaan di Bangkok,” ujarnya membuka pembicaraan dengan Hukumonline di Bangkok, Thailand, Kamis (5/3) lalu.


“Mungkin karena tradisi lah. Itu kalimat yang tepat,” tambah lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) ini.  

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua