Kamis, 26 Maret 2015

Pengacara Nenek Asyani Kesulitan Dana Hadirkan Ahli

Persidangan dipantau Komisi Yudisial.
ANT
Foto: SGP (Ilustrasi)


Pengacara terdakwa kasus pencurian kayu jati milik Perhutani Asyani mengaku masih kesulitan dana untuk membeli tiket para saksi ahli yang akan didatangkan dari Bogor dan Yogyakarta.


"Rencananya saksi ahli kami datangkan pada sidang, Senin (30/3) depan, tapi sampai sekarang kami masih kesulitan untuk mendapatkan tiket para ahli itu," kata Saupriyono, pengacara Asyani, seusai sidang di Pengadilan Negeri Situbondo, Jawa Timur, Kamis (26/3).


Pengacara dari LBH Nusantara Situbondo itu mengemukakan bahwa para ahli itu memang didatangkan secara gratis atau tanpa honor, namun pihaknya menanggung biaya tiket pergi pulang. "Kami berharap semoga masalah tiket ini segara ada jalan keluar," ujarnya, berharap.


Supriyono menjelaskan bahwa para ahli yang akan dihadirkan itu merupakan petunjuk dari Dewan Kehutanan Nasional (DKN), setelah tim pengacara sebelumnya mengirimkan surat permintaan.


"Yang sudah pasti bisa hadir adalah Dr Noer Fauzi Rachman, ahli di bidang politik dan gerakan agraria. Beliau adalah dosen IPB Bogor dan lulusan Universitas California, Berkeley. Kedua, adalah Prof Dr Achmad Sodiki, mantan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi," ungkapnya.


Sementara satu ahli lagi yang belum memberikan kepastian hadir karena menunggu kepastian kegiatannya di Korea Selatan, yakni dosen kehutanan UGM Yogyakarta Dr Nugroho Marsoem. Dia adalah ahli yang menguasai masalah teknis perkayuan.



Ketua majelis hakim sidang Asyani, I Kadek Dedy Arcana mengungkapkan bahwa pada sidang berikutnya, selain mendengar keterangan saksi ahli yang didatangkan oleh pihak terdakwa, rencananya juga akan mendengarkan saksi mahkota.

Saksi mahkota itu ada tiga orang, yakni Ruslan (menantu Asyani), Cipto (pemilik penggergajian kayu) dan Abdus Salam. Ketiganya juga menjadi tersangka dalam kasus kayu milik Perhutani itu.


Sedangkan satu saksi yang diajukan oleh jaksa penuntut umum, namun tidak hadir pada sidang sebelumnya juga akan dimintai keterangan pada sidang ketujuh tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua