Sabtu, 02 May 2015

Bangkitkan Tradisi yang Hilang, FHUI Menatar Dosen-Dosen Muda Pidana

Dosen muda merasa perlu terus mendapatkan pengayaan seputar perkembangan asas hukum pidana.
Ali Salmande
Kampus FHUI Depok. Foto: Foto: www.ayomasukui.com


Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) menyelenggarakan penataran nasional asas-asas hukum pidana bagi para dosen muda di seluruh Indonesia pada 4-8 Mei 2015 mendatang untuk membangkitkan tradisi yang hilang selama 10 tahun terakhir.


Ketua Panitia Penataran Eva Achjani Zulfa mengatakan bahwa acara ini berangkat dari keinginan untuk menghidupkan kembali forum penataran bagi para dosen-dosen pidana di seluruh Indonesia. “Dulu waktu Saya dan senior-senior bekerja jadi asisten dosen hukum pidana, ada forum seperti ini,” ujarnya ketika dihubungi hukumonline, Sabtu (2/5).


Eva menuturkan bahwa forum untuk para dosen-dosen muda hukum pidana ini seakan hilang pada 10 tahun terakhir. “Dulu kami ada Asosiasi Pengajar Hukum Pidana, lalu kemudian berubah menjadi Mahupiki (Masyarakat Hukum Pidana dan Kriminologi Indonesia,-red),” ujarnya.


Namun, seiring berkembangnya Mahupiki dengan merekrut anggota yang berlatar belakang profesi advokat, polisi dan penegak hukum lainnya, seakan ada ruang kosong di antara para dosen hukum pidana. “Ruang kosong ini yang coba diisi oleh teman-teman,” ujarnya.


“Kami tetap menggunakan nama ‘penataran’, walaupun agak kuno, tapi kami ingin menunjukan bahwa dulu kegiatan semacam ini ada, kemudian sempat hilang,” tambahnya.


Eva mengatakan dosen-dosen Bidang Hukum Pidana FHUI pun terpikir untuk menghidupkan kegiatan itu lagi, sehingga para dosen muda bisa belajar dan saling bertukar pengalaman. “Kami ingin ketuk dosen-dosen pidana seluruh Indonesia bahwa kepada mahasiswa itu bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga ada pengajaran di sana,” ujarnya.


Oleh karena itu, lanjut Eva, selain meng-update pengetahuan dosen-dosen muda atas asas-asas hukum pidana, penataran ini juga menyajikan materi metode pengajaran yang efektif. “Jadi dosen itu kan bukan sekadar ngomong di depan kelas, tetapi bagaimana berinteraksi dengan mahasiswa,” ujarnya.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua