Minggu, 03 May 2015

APHK, Asosiasi Dosen yang Bercita-Cita Memperbaharui Hukum Perdata

Kepengurusan periode saat ini banyak diisi oleh dosen-dosen perdata dari FH UNAIR.
RIA
Para akademisi yang tergabung dalam Asosiasi Pengajar Hukum Keperdataan saat menggelar Konferensi di FH Udayana, Bali, 16-17 April 2015. Foto: RIA


Sejumlah profesor, dosen senior maupun junior terlihat asyik berdiskusi dan menggelar seminar seputar pembaharuan hukum perdata di Fakultas Hukum Universitas Udayana, Bali, sekira tiga pekan lalu.


Fakta bahwa hukum perdata di Indonesia masih mengacu pada aturan “usang” peninggalan zaman kolonial pun menjadi topik pembahasan mereka. Hukum privat di Indonesia pun dianggap sudah jauh ketinggalan perkembangannya dibandingkan dengan perkembangan manusia yang dasarnya merupakan  subjek yang diaturnya.


Mereka adalah para pengajar hukum keperdataan yang tergabung dalam Asosiasi Pengajar Hukum Keperdataan (APHK). Asosiasi yang resmi berdiri pada 4 September 2013 lalu ini memang punya cita-cita besar. Ingin mendorong agar dilakukannya pembaharuan hukum perdata nasional.


Menjadi wadah profesi bagi para pengajar hukum keperdataan dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk mendorong dilakukakannya pembaharuan hukum perdata nasional,”demikian bunyi visi APHK sebagaimana dikutip dari website resmi www.aphk.or.id.


Ketua Umum APHK Prof. Y. Sogar Simamora menceirtakan awal berdirinya wadah bagi para dosen keperdataan ini. Ia mengungkapkan ide pembentukan asosiasi ini muncul ketika para dosen Hukum Keperdataan Fakultas Hukum Universitas Airlangga (FH UNAIR) sedang menyelenggarakan sebuah seminar.


“Di situ ada gagasan untuk membentuk asosiasi pengajar. Karena begini, kita melihat di cabang-cabang mata kuliah lain itu sudah banyak asosiasi dosen. Tapi kok hukum perdata yang mana dosennya paling banyak itu, kok justru ngga ada asosiasinya?” ujar Sogar Simamora.


Sekretaris APHK Dian Purnama Anugerah menambahkan dalam seminar itu, para guru besar di bidang hukum perdata,  di antaranya Prof. Nindyo Pramono dan Prof. Rosa Agustina, memberikan usul agar segera dibentuk wadah khusus semacam organisasi untuk pengajar hukum keperdataan. “Kemudian gagasan itu kemudian oleh Prof. Isnaeni  dan Prof. Sogar coba diwujudkan,” lanjutnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua