Sabtu, 09 Mei 2015

Ini 12 Penghargaan Yang Diberikan Menkumham Kepada Pelaku Industri Kreatif

Dari Ebiet G Ade hingga Ike Nurjanah.
RIA
Kantor Ditjen HKI. Foto: RES.


Hari Kekayaan Intelektual sedunia yang diperingati setiap tanggal 26 April, turut dirayakan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kementerian Hukum HAM  Republik Indonesia. Di tahun ke-15 ini, Ditjen HKI menggelar perayaan di Graha Pengayoman, Gedung Sekretariat Jenderal Kemenkumham, pada Kamis 7 Mei 2015.


Seperti dalam perayaan di tahun sebelumnya, kali ini Ditjen HKI kembali memberikan Anugerah Kekayaan Intelektual kepada manusia-manusia kreatif yang dinilai memiliki kontribusi nyata di dunia HKI.


Diberikan langsung oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, ini dia para penerima penghargaan tersebut:


1.    Kategori Grup Band


Kategori ini diberikan oleh Ditjen HKI kepada Wali Band. Wali dinilai sebagai grup band yang konsisten berada di jalaur pop kreatif dengan sentuhan musik melayunya dan selalu berisi tentang pesan-pesan moral bagi para pendengarnya.


2.    Kategori Musisi Peduli HKI


Penghargaan Musisi Peduli HKI disabet oleh Ebiet G. Ade. Selama ini, menurut Ditjen HKI, Ebiet telah membuktikan dirinya sebagai salah satu maestro musik tanah air yang masih terus berkarya. Ebiet juga dikenal sebagai musisi yang memiliki kepedulian terhadap hak-hak pencipta lagu, sehingga dirinya terpilih menjadi salah satu komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional.


3.    Kategori Musisi Dangdut


Diberikan kepada Ike Nurjanah. Ike Nurjanah disebut sebagai musisi dangdut wanita yang konsisten dalam berkarya dengan tetap mempertahankan fitrah musik dangdut yang berakar dari budaya melayu.


4.    Kategori Sutradara


Anugerah Kekayaan Intelektual Kategori Sutradara diraih oleh Mira Lesmana. Selain sutradara, Mira juga paket lengkap yang dikenal sebagai produser yang berkontribusi mengangkat perfilman di tanah air dengan memproduksi karya-karya film berkualitas.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua