Sabtu, 09 May 2015

Advokat Alumni FH UKI Jaga Idealisme Penegakan Hukum

Salah satu caranya membentuk Ikatan Advokat Alumni FH UKI.
Ali
Sejumlah advokat alumni FH UKI saat bertemu mengagendakan pembentukan wadah bagi mereka di Kampus FH UKI, Jakarta, Jumat (8/5). Foto: RIA.


Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (IKAFAH UKI) Yapto Suryosumarno meminta agar para advokat lulusan FH UKI menjaga idealisme dalam mendukung penegakan hukum di Indonesia.


Ini disampaikan Yapto ketika membuka pertemuan alumni FH UKI yang berlatar belakang profesi advokat di Kampus FH UKI, Jakarta, Jumat (9/5). Salah satu tujuan dari pertemuan ini adalah membentuk sebuah wadah bagi para advokat yang berasal dari FH UKI. Dalam pertemuan ini, wadah tersebut disepakati akan dideklarasikan pada 20 Mei mendatang.


Yapto menjelaskan acara ini untuk mempertemukan para advokat alumni FH UKI menyatukan idealisme guna membantu penegakan hukum di Indonesia. “Kita berkumpul di sini untuk bertukar pikiran, ke depannya kita mau melakukan apa,” ujarnya.


Salah satu yang bisa dilakukan adalah bersama-sama membenahi hukum di Indonesia. Ia berharap niat itu dipegang oleh para advokat alumni FH UKI. “Ini harus menyatukan perilaku alumni FH UKI,” ujarnya.


Yapto menambahkan selama ini alumni FH UKI yang berlatar belakang advokat tidak saling kenal satu sama lain. Bahkan, dirinya yang menjabat sebagai Ketua IKAFA FH UKI pun kerap tak mengetahui advokat yang berhadapan dengannya juga alumnus FH UKI.


“Saya sering bertemu dengan advokat yang jadi lawan klien saya, eh ternyata anak UKI juga,” tuturnya.


Yapto berharap dengan adanya wadah ini maka para advokat alumni FH UKI bisa ikut berpartisipasi dalam penegakan hukum di Indonesia. “Kita punya banyak pakar-pakar. Ini ingin menyatukan. Kita satukan pikiran bekerja sama untuk mewarnai apa itu PERADI (perhimpunan advokat indonesia,-red) atau apapun,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua