Senin, 25 Mei 2015

Melli Darsa & Co Angkat eks Pebasket Jadi Junior Partner

Sebelumnya, MDC ditinggalkan oleh tiga partner-nya.
ALI/HAG
Indra Allen Nasution (duduk paling kiri), Aditya Kesha Wijayanto (berdiri paling kiri) dan Kusumohadiani (berdiri kedua dari kanan). Foto: www.id.darsalaw.com


Firma hukum Melli Darsa & Co (MDC) secara resmi mengangkat tiga junior partner, salah seorang di antaranya adalah mantan pemain basket tingkat nasional, Indra Allen Nasution.


Indra Allen disebut-sebut sebagai lawyer yang memiliki keahlian di bidang merger & akuisisi serta investasi luar negeri. “Dia juga memiliki pengalaman yang luas dalam menangani berbagai kasus-kasus perusahaan, seperti perbankan, finansial, manufaktur, perkebunan, logistik, dan kesehatan perusahaan,” demikian sebagai dikutip dari website resmi MDC.


Berdasarkan penelusuran hukumonline, Indra Allen sebelumnya bekerja sebagai senior associate di firma hukum Widyawan & Partners.


Sebelum berkecimpung di dunia ‘lawyering’, nama Indra Allen sempat malang melintang di dunia basket nasional. Ia pernah memperkuat klub Indonesia Muda Texmaco di ajang Kobatama (Kompetisi Bola Basket Utama). Tak hanya itu, dia juga pernah tampil memperkuat tim nasional bola basket Indonesia.


Pensiun dari dunia bola basket, Indra yang meraih gelar sarjana hukum dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) ini sempat menjadi pembawa acara berita di salah satu stasiun televisi nasional, hingga akhirnya memilih berkecimpung di dunia pengacara sampai saat ini.


MDC mengangkat Indra Allen sebagai junior partner sejak 18 Mei 2015. Di hari yang sama, MDC juga mengangkat Aditya Kesha Wijayanto yang memiliki keahlian di bidang perbankan dan finansial untuk jabatan yang sama.


Sebelumnya, pada 1 Februari 2015, jabatan junior partner di MDC juga diduduki oleh Kusumohadiani yang memiliki keahlian di bidang sekuritas/pasar modal serta merger & akuisisi.


Selain mengangkat tiga junior partner, berdasarkan informasi yang diperoleh hukumonline, MDC sebelumnya telah “ditinggalkan” oleh tiga partner-nya. Mereka adalah David Siahaan, Kuntum Apriela Irdamis, dan Laksmita Andarumi. Para eks partner di MDC ini membentuk sebuah firma baru bernama Siahaan Irdamis Andarumi & Rekan (SIAR).


Senior of Counsel MDC Indra Safitri enggan mengomentari “hengkangnya” dua partner itu. Ia mempersilakan hukumonline untuk bertanya ke founder dan managing partner MDC, Melli Darsa. “Silakan tanya ke Bu Melli saja mengenai itu. Kalau bendera MDC, bos-nya Bu Melli, saya anak buah,” ujar pria yang menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) ini.


Sementara, Melli Darsa yang coba dihubungi juga memilih bungkam. Dia hanya memberikan keterangan yang sifatnya “off the record” kepada hukumonline.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua