Rabu, 03 June 2015

Muhammad Joni: Advokat Peduli Pengendalian Tembakau


Tak hanya itu, Joni bersama rekan-rekannya juga terus berjuang untuk setiap orang atas udara yang sehat dan bersih. Ia mengatakan terbebas dari bahaya asap rokok merupakan salah satu bagian dari hak asasi, hak atas kesehatan dan hak untuk hidup.  “Kesehatan itu kan hak asasi yang sangat dekat dan tidak terpisahkan dengan hak asasi manusia,” ucapnya.


Debat dengan Petani

Ada banyak suka dan duka yang dialami Joni selama mengadvokasi pengendalian tembakau. Salah satunya, dan yang tak bisa dilupakannya, adalah ketika semua orang berteriak advokasi tembakau memiskinkan petani tembakau saat ia bersidang di MK. Para petani pun tak sungkan menuding dirinya yang tak peduli dengan nasib para petani tembakau.


“Kita berhadapan dengan petani. Petani itu dibawa ke MK. Dituduhlah kita menjadi penyebab petani tidak bisa tanam tembakau,” kisahnya.


Joni pun menggunakan insting advokatnya untuk menguji tuduhan itu. Ia pun bertanya kepada para petani, “Pak, Bapak masih bisa tanam tembakau?” yang kemudian dijawab masih bisa oleh para petani. Lalu, Joni pun mengajukan pertanyaan kedua, “Masih bisa panen?” yang dijawab petani masih bisa panen.


“Nah, berarti ngga ada kan dihalang-halangi?” kilah Joni.


Itu adalah sepenggal kisah Joni dalam mengadvokasi pengendalian tembakau. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, sehari-hari Joni aktif dalam Komisi Nasional Pengendalian Tembakau. Tujuan besar organisasi ini adalah melindung bangsa Indonesia dari bahaya kecanduan merokok atau kecanduan lainnya yang berhubungan dengan tembakau.


Selain itu, organisasi ini juga ingin meningkatkan jumlah populasi yang bebas dari asap rokok.


Joni menjelaskan cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan itu adalah mengadvokasi kebijakan-kebijakan pemerintah menyangkut tembakau dan rokok. “Kalau kita emang mainnya di policy advocacy (advokasi kebijakan,-red). Untuk advokasi bentuk lainnya seperti sosialisasi, penyuluhan, bahkan ada juga yang melakukan terapi, itu dilakukan oleh teman-teman lainnya,” jelasnya.


Bersama-sama mereka bergerak mengadakan kegiatan dengan satu visi yaitu ‘terwujudnya masyarakat Indonesia yang sehat, bebas dari dampak buruk tembakau.’


Salah satu cita-cita yang diharapkan oleh tim advokasi adalah agar pemerintah meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang dinilai sebagai kiblat peradaban dunia yang mengatur soal pengendalian tembakau. Selain itu, Joni  juga bekerja mengadvokasi agar peraturan-peraturan yang pro kesehatan masyarakat, tidak diganggu dengan adanya peraturan baru.


“Jangan lah lagi melakukan langkah-langkah yang sudah kita perbaiki. Kita kan sudah punya Undang-Undang Kesehatan ya. Kita juga sudah punya Peraturan Pemerintah nya. Jangan diganggu lagi dengan membuat Rancangan Undang-Undang Pertembakauan yang akhirnya dapat mendestruksi peraturan yang ada,” ujarnya.


Profesi Joni sebagai advokat tentu sangat mendukung kerja-kerja advokasi kebijakan yang dilakukannya. Ia bersama rekan-rekan yang lain tak kenal lelah meluruskan sebuah UU agar sesuai dengan standar internasional dan juga melakukan judicial review terhadap peraturan yang dinilai melanggar konstitusi ke MK.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua