Rabu, 24 Juni 2015

Sekolah Tinggi Hukum Ini Siap Mencetak SH yang Anti Suap


Namun, lanjut Bivitri, IJSL akan coba mengubah cara belajar seperti ini. Salah satu yang dikembangkan adalah bagaimana mahasiswa dapat berpikir logis dan bisa melakukan riset. “Dulu, waktu saya baru lulus. Lalu, membuat PSHK, saya bingung karena kami nggak pernah diajarkan dengan baik untuk riset. Bagaimana merangkai data dan informasi secara logis,” tukas lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) ini.


Bivitri memastikan bahwa metode “menghafal mati” sebuah undang-undang dari isi hingga nomor dan tahunnya akan ditinggalkan di IJSL. “Yang mau didobrak adalah cara pengajaran seperti itu. Kebutuhan praktik di dunia peradilan atau korporasi, bahkan di dunia riset, adalah kemampuan untuk berpikir logis,” ujarnya.


“Bagaimana seorang sarjana hukum bisa menyampaikan pikirannya baik secara lisan maupun tulisan dengan logis. Ini yang mau ditawarkan oleh IJSL,” tambah Bivitri.


Fikri menambahkan metode diskusi di IJSL akan dirancang sedemikian rupa agar bisa menciptakan sarjana-sarjana hukum yang berpikir logis dan kritis. “Rasio dosen dan murid dalam satu kelas, satu berbanding dua puluh, agar memungkinkan untuk berdiskusi,” ujarnya. 


Sebagai informasi, IJSL yang sebelumnya telah rutin menyelenggarakan pelatihan-pelatihan di bidang hukum, kini secara resmi telah membuka pendaftaran mahasiswa untuk tahun perdana. Penutupan pendaftaran pada 12 Agustus 2015 untuk perkuliahan yang akan dimulai pada September 2015 mendatang.


IJSL juga menawarkan dua jenis beasiswa, yakni Beasiswa Jentera untuk para calon mahasiswa yang merupakan lulusan SMA/sederajat dan Munir Said Thalib Scholarship untuk penggiat LSM (civil society organization) yang ingin meraih gelar sarjana hukum.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua