Kamis, 09 July 2015

Ketua PTUN Medan dan Advokat Terjaring OTT KPK

Belum diketahui perkara apa yang menjerat Ketua PTUN Medan.
Novrieza Rahmi
Plt Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji. Foto: RES.


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Dalam OTT tersebut, KPK dikabarkan menangkap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan dan advokat dari kantor hukum OC Kaligis.


Pelaksana Tugas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indriyanto Seno Adji membenarkan adanya operasi tangkap tangan terhadap Ketua PTUN Medan, majelis hakim PTUN dalam sebuah perkara, panitera, dan advokat dari Jakarta. "Mereka masih dalam proses pemeriksaan di Polda Sumut dan kami belum terima laporan detailnya," sebutnya melalui pesan singkat, Kamis (9/7).


Menurut sumber hukumonline, selain Ketua PTUN Medan, KPK juga melakukan penangkapan terhadap advokat dari kantor hukum OC Kaligis. Kabar penangkapan ini ternyata sudah sampai ke telinga pihak OC Kaligis & Associates. Anak buah OC Kaligis, Afrian Bondjol mengaku dirinya sedang berada di Medan untuk melakukan pengecekan.


Saat diklarifikasi, Afrian mengatakan dirinya baru mendarat di Medan. Ia masih berupaya mengklarifikasi kebenaran mengenai adanya advokat dari kantor hukum OC Kaligis yang terjaring dalam OTT KPK di Medan. "Ini saya baru sampai Medan. Saya baru mau mencari kejelasan mengenai hal itu," katanya.


Afrian juga masih menunggu informasi resmi dari KPK. Walau begitu, ia membenarkan jika kantor hukum OC Kaligis tengah menangani perkara di Medan. "Kita kan banyak ya perkara, ada dimana-mana. Saya belum cek satu persatu. Ini mau klarifikasi terlebih dahulu, sehingga belum bisa kasih statement," tuturnya.


Sampai saat ini, belum diketahui bagaimana kronologi penangkapan Ketua PTUN Medan dan advokat tersebut. Belum diketahui pula perkara apa yang menjerat keduanya. Pimpinan KPK hingga kini belum menjelaskan kronologi penangkapan dan perkara korupsi apa yang menjerat Ketua PTUN Medan dan advokat itu.


Apabila mengacu situs resmi www.ptun-medan.go.id, Ketua PTUN Medan saat ini dijabat oleh  Tripeni Irianto Putro. Hakim kelahiran Wonosobo, 7 Mei 1962 ini mulai menjabat Ketua PTUN Medan sejak Oktober 2012. Tripeni yang dahulu Ketua PTUN Pekanbaru menggantikan Ketua PTUN Medan sebelumnya, Simon P Sinaga.


Sebelum menjadi hakim, pada 2004, Tripeni sempat menjadi panitera pengganti di Mahkamah Agung. Tripeni kemudian menjadi hakim hingga akhirnya menjabat Ketua PTUN Medan. Baru-baru ini, Tripeni masuk dalam jajaran calon hakim tinggi TUN. Tripeni menduduki peringkat kedua setelah Ketua PTUN Serang Bambang Heriyanto.


Selain itu, Tripeni juga tercatat sebagai salah seorang hakim yang lulus pelatihan sertifikasi hakim lingkungan hidup gelombang pertama pada 2013. Berdasarkan SK Ketua Tim Pengarah Pelatihan Sertifikasi Hakim Lingkungan Hidup No.39/Tuaka Bin/SK/IX/2013, Tripeni dinyatakan lulus pelatihan sertifikasi bersama 36 hakim lainnya.


Ketiga puluh enam hakim lainnya itu, antara lain Ketua PN Depok Prim Haryadi, hakim Tipikor Marsudin Nainggolan, hakim TUN Mula Haposan Sirait dan Arifin Marpaung, Ketua PN Ketapang Marolop Simamora, serta beberapa hakim TUN, yaitu Sofyan Iskandar, Andri Mosepa, Nurnaeni Marpaung, Sri Setyowati, Andry Asani, dan L Mustafa Nasution.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua