Senin, 20 Juli 2015

Adnan Buyung Hingga eks Menkumham, Masuk Tim Pembela OC Kaligis

Total terdapat 52 nama dalam daftar kuasa hukum OCK.
RED/ANT
Searah jarum jam: Adnan Buyung Nasution, Amir Syamsuddin, Juniver Girsang dan Humphrey Djemat. Foto: RES/SGP


Jelang Idul Fitri, dunia hukum nasional dikejutkan dengan warta tentang ditetapkannya advokat senior, Otto Cornelis Kaligis (OCK) sebagai tersangka kasus dugaan suap terhadap hakim PTUN Medan. Status tersangka OCK menyusul anak buahnya, M Yagari Bhastara Guntur yang terlebih dahulu ditetapkan tersangka dalam kasus yang sama.


Sejauh ini, diselingi libur Idul Fitri, OCK telah menjalani dua kali pemeriksaan, termasuk ketika dirinya ditetapkan sebagai tersangka. Ketika menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, OCK tampak selalu dikawal oleh para advokat yang notabene adalah anak buahnya di kantor hukum OC Kaligis and Associates, seperti Afrian Bondjol dan Slamet Yuono.


Hampir dipastikan tim penasihat hukum yang akan melakukan pembelaan untuk OCK memang berasal dari kantornya sendiri. Namun, ternyata advokat-advokat di luar OCK and Associates juga dikabarkan akan bergabung.


Saat membesuk OCK di Rutan KPK, Guntur, salah seorang penasihat hukum OCK, Alamsyah Hanafiah membawa daftar kuasa hukum yang akan menjadi tim penasihat hukum OCK. Total terdapat 52 orang. Beberapa nama yang disebut bahkan masuk kategori advokat beken.


Salah satu advokat beken itu adalah Adnan Buyung Nasution. Siapa di Republik ini yang tidak kenal advokat senior yang kerap disapa “Abang” ini? Nyaris tidak ada mungkin. Buyung adalah pendiri Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Di usianya yang memasuki 81 tahun, Founding Partner Adnan Buyung Nasution and Partners ini relatif masih aktif di dunia praktisi hukum.


Bergelar Bapak Advokat Indonesia yang diberikan oleh Kongres Advokat Indonesia, selain masih aktif di dunia praktisi hukum, Buyung juga sempat beberapa kali menduduki jabatan penting seperti Komisi pemilihan Umum, Dewan Pertimbangan Presiden, dan Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.


Nama berikutnya adalah Amir Syamsuddin. Kiprah terakhir Amir adalah Menteri Hukum dan HAM periode 2011-2014. Sebelum menjadi menteri, Amir malang melintang puluhan tahun menjadi advokat.

Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua