Jumat, 21 August 2015

Tips Gaya Busana Advokat, Formal Tapi Trendi

Kalangan advokat pria jangan takut untuk memilih kemeja berwarna cerah dan motif dasi yang menarik.
MAR
Ragam gaya busana advokat. Foto: RES

Sejalan dengan citra bidang hukum yang terkesan kaku dan serius, gaya berbusana seorang advokat juga seringkali dipersepsikan terlalu formal. Walaupun identik dengan gaya busana formal, advokat juga bisa tampil trendi dan keren lho!
 
Desainer muda Arcietra Sukmadi berbagi beberapa trik dan tips bagaimana berbusana formal tetapi tetap bisa terlihat keren untuk kalangan advokat. Sebagian besar trik dan tips yang dipaparkan Arcietra memang lebih ditujukan kepada advokat wanita, tetapi sesekali dia juga menyinggung gaya busana advokat pria.   
 
Menurut Arcietra, jas atau blazer adalah opsi ‘wajib’ untuk para advokat. Supaya tidak membosankan, Arcietra menyarankan agar jas atau blazer yang dipilih adalah jas atau blazer dengan detail datau.
 
“Pasangkan hitam dengan dalaman berwarna cerah atau bermotif atraktif seperti motif geometris, bunga, atau polkadots. Jika lebih suka dengan warna netral atau gelap, pilih potongan kemeja yang unik. Misalnya , kerah atau kemeja dengan detail di bagian depan,” paparnya.
 
Kalau mau sedikit berani, Arcietra menyarankan advokat memakai blazer bercorak seru seperti corak batik, corak ikat di atas kemeja dan celana atau rok berwarna netral untuk tetap menjaga kesan serius seorang advokat. Menurut dia, kalangan advokat pria jangan takut untuk memilih kemeja berwarna cerah dan motif dasi yang menarik.
 
Jika bosan dengan rok dan blazer, lanjut Arcietra, sepotong atau berkerah, bisa menjadi alternatif, tambahkan untuk mengaksentuasi pinggang dan memberi aura serius. “Atau pilih di bawah berwarna favorit,” imbuhnya.
 
Jika ingin memakai  atasan dan rok, masukkan kemeja ke dalam yang panjangnya pas di lutut atau bawah lutut. Untuk advokat pria, kata Arcietra, jangan segan-segan mengoleksi kemeja batik, karena kemeja jenis ini dapat membuat penampilan terkesan santai tetapi formal.
 
Untuk tampil agak beda, Arcietra menyarankan agar advokat pria sesekali pasangkan kemeja batik berkerah mandarin dengan setelan jas, untuk memberi kesan berbeda. Tapi hindari bahan satin, karena akan memberi kesan seperti mau pergi ke acara resepsi pernikahan, dia mengingatkan.
 
Menurut Arcietra, sepatu dan tas bisa menjadi aksesoris penting yang bisa mengangkat keseluruhan tampilan outfit. atau adalah bentuk tas yang paling cocok untuk menunjang penampilan advokat.
 
Untuk pilihan warna, Arcietra merekomendasikan warna merah, biru, hijau, atau pastel untuk koleksi tas. Sesuaikan tas dengan baju yang dipakai atau gunakan warna berbeda sebagai pada baju warna netral. Tidak berbeda dengan sepatu, bermain dengan warna dan motif menjadikan penampilan lebih seru.
 
, dan dengan hak tinggi . Pastikan sepatu yang dipilih bukan karena sepatu jenis ini kurang cocok untuk ,” saran Arcietra.
 
Aksesoris lainnya seperti kalung dan juga dapat dipakai sebagai pencerah penampilan. Pilih kalung dengan warna yang cerah tetapi dengan model yang sederhana agar terlihat elegan. Hindari aksesoris kalung dan gelang berwarna metalik yang terlalu besar. 
 
“Menurut saya, kemeja, blus berkerah, celana, rok midi berbentuk pensil atau untuk wanita, dan setelan kemeja atau jas untuk pria adalah rumus dasar pakaian untuk lawyer,” ucap Arcietra.  
 
Arcietra menambahkan untuk warna tidak harus terpaku pada hitam, abu-abu dan coklat. Perhatikan detail dan pilih warna yang lebih bervariasi, misalnya batik, motif ikat, atau mungkin motif kain rangrang dari Bali.




raping, frills, ruffles

peplum blazerblus necktieshawlruffle



tailored dressshirtdressskinny beltfeminine empire dresscropped blazer

box pleated skirt



Structuredladylike bag

fuschia, turquoisepop up color

“Pointy toes, round toes, pumpsT-straps shoesis a muststrappy shoeslawyer on duty

scarf

pleated

advocate

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua