Jumat, 21 August 2015

Salahi Izin Tinggal, 48 WNA Ditangkap

ANT

Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas I Ngurah Rai pada Kamis (20/8), menangkap sebanyak 48 warga negara asing (WNA) di Bali karena salah menggunakan izin tinggal.

"Mereka disangkakan Pasal 122 UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, dan saat ini mereka telah ditempatkan di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar untuk proses penyelidikan lebih lanjut," kata Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Ronny Sompie pada konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan tim mendapatkan laporan dari warga tentang 48 WNA tersebur yang terdiri dari 47 warga Tiongkok dan satu warga Taiwan.

Penangkapan dilakukan di Villa Bali Resident, Jalan Goa Gong No.5, Jimbaran, Kuta Selatan, setelah tim melakukan pemantauan selama sepekan.

Dari warga yang ditangkap, hanya 25 orang yang memiliki paspor Tiongkok dan satu paspor Taiwan, sedangkan 22 paspor milik rekannya belum ditemukan.

"Kita belum tahu, apakah 22 orang ini memang tidak memiliki paspor, atau paspor disembunyikan oleh sindikat. Seperti yang terjadi pada TKI kita di luar negeri," ucap mantan Kapolda Bali itu.

Selain melanggar bidang keimingrasian WNA tersebut diduga melakukan kejahatan dunia maya (cybercrime), untuk itu Ditjen Imigrasi bekerja sama dengan Polda Bali untuk mengungkapkan kasus tersebut.

Dia sangat mengapresiasi atas tindakan masyarakat yang mau bekerja sama untuk melaporkan tindakan yang mencurigakan dilakukan oleh WNA yang tinggal di daerah mereka.

"Kita telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka bekerjasama dengan melaporkan tindakan yang mencurigakan, kalau masyarakat ketahuan menyembunyikan mereka dapat diancam kurungan penjara selama tiga bulan," tutur dia.
















Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua