Senin, 31 Agustus 2015

Sekelumit Sejarah Law Firm Modern di Indonesia

Ironisnya, literatur atau terbitan luar negeri justru memiliki data dan informasi yang cukup lengkap tentang sejarah law firm di Indonesia.
FAT
Managing Partner AHP, Ahmad Fikri Assegaf. Foto: RES


Kini, kantor advokat atau law firm bertebaran di Indonesia, khususnya kota besar seperti DKI Jakarta. Kiprah mereka yang dengan mudah kita bisa ketahui melalui media massa, baik itu cetak maupun elektronik, sedikit banyak mempengaruhi perkembangan hukum di Republik ini. Sayangnya, sedikit – untuk tidak mengatakan nihil – literatur atau sumber referensi yang merekam sejarah perkembangan law firm di Indonesia.


Tulisan Ahmad Fikri Assegaf dalam Jurnal Hukum dan Pasar Modal volume VII/Edisi 10 Juli - Desember 2015 yang diterbitkan oleh Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) dengan tema “Advokat, Kantor Hukum dan Dinamika Bisnis di Indonesia” merupakan salah satu dari yang sedikit itu.


Managing Partner sekaligus Pendiri Law Firm Assegaf, Hamzah & Partners itu mengupas cukup detail sejarah law firm di Indonesia. Ironisnya, diakui dalam tulisan itu, Fikri sangat mengandalkan literatur atau terbitan luar negeri yang justru memiliki data dan informasi yang cukup lengkap tentang sejarah law firm di Indonesia. Selain itu, Fikri juga melakukan survei terbatas dan diskusi dengan para kolega advokat.


Dalam tulisan berjudul “Besar Itu Perlu: Sejarah Perkembangan Kantor Advokat Modern di Indonesia”, Fikri fokus pada perkembangan law firm modern yang dia definisikan “kantor advokat yang berbentuk perkumpulan perdata ataupun firma yang menerapkan prinsip-prinsip administrasi dan pengeloaan organisasi modern.


Dalam tulisan tersebut, secara sistematis, Fikri membagi perkembangan law firm modern di Indonesia menjadi tiga generasi. Berikut ringkasannya:


1. Generasi Pertama

Menurut Fikri, UU Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing memiliki pengaruh cukup besar dalam mendorong lahirnya law firm-law firm modern di Indonesia. Kantor Ali Budiarjo Nugroho Reksodiputro (ABNR) tercatat sebagai kantor advokat modern pertama yang berdiri di Indonesia, yakni tahun 1967.


Kantor ini didirikan oleh Ali Budiarjo bersama Mardjono Reksodiputro yang baru pulang studi dari Amerika Serikat (AS). Klien pertama mereka adalah perusahaan tambang, PT Freeport Indonesia. Dua tahun berselang, kantor Adnan Buyung Nasution & Associates (ABNA) berdiri.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua