Rabu, 02 September 2015

Ini Tips untuk Maba Persiapkan Diri Belajar di Fakultas Hukum

Mulai dari punya buku ’babon’, ubah cara belajar, hingga rajin mengikuti magang.
CR19
Mahasiswa FH. Foto: SGP (Ilustrasi)


Selepas menyelesaikan jenjang studi di sekolah menengah (SMA/SMK), melanjutkan pendidikan tinggi ke universitas menjadi pilihan bagi sebagian siswa. Dalam dunia kampus, calon mahasiswa tersebut dimanjakan dengan beragam pilihan konsentrasi studinya. Salah satunya adalah Fakultas Hukum (FH).


Secara umum, tidak ada yang berbeda antara FH dengan fakultas-fakultas lainnya. Namun, bagi mahasiswa baru (maba) tentu hal itu menjadi tidak lagi biasa. Beragam tantangan siap ‘menghadang’ para maba dalam menjalankan studinya di FH. Atas dasar itu, hukumonline coba menghimpun sejumlah informasi yang bermanfaat bagi maba agar di awal masa studinya tidak tersesat dan malah membuang-buang waktunya. Berikut ini sejumlah hal yang perlu dipersiapkan saat kamu masuk ke FH.


1.  Buku Wajib

Ada ungkapan ’Buku adalah gudang ilmu’, bagi Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Yayan Sopyan,  ungkapan itu masih relevan khusunya bagi maba di FH. Menurutnya, mahasiswa hukum wajib membaca buku-buku ’babon’ yang menjadi rujukan utama bagi maba. Artinya, buku-buku yang berisi teori-teori dasar terkait dengan ilmu hukum.


”Misalnya buku-buku pengantar ilmu hukum, dulu saya baca C.S.T Kansil, Wirjono, Uthrecht, itu jangan dilupakan yang seperti itu. Bicara hukum perdata, Subekti harus anda baca. Bicara Pidana, ya Wiryono. Itu harus baca dari aslinya, sumber aslinya,” katanya kepada hukumonline, Selasa (1/9).


Selain itu, dia mengkritik jika maba hanya membaca buku yang ’instan’ terlebih tanpa membaca buku-buku pokok yang menjadi teori dasarnya. Sebab, kata Yayan, buku instan itu akan membuat pemikiran maba tidak original serta membuat kerangka berpikir mahasiswa menjadi tidak berkembang optimal. ”Kalau kebiasaan instan, anak-anak tidak berpikir original. Jangan sedikit-sedikit cari definisi aja ke google,” katanya.


2.    Ubah Cara Belajar

Ada yang berbeda dengan pola belajar di perguruan tinggi dengan sekolah menengah. Umumnya, di sekolah menengah guru memiliki peran yang sangat besar bagi keberhasilan siswanya. Namun sebaliknya malah terjadi di perguruan tinggi. Di kampus, dosen hanya punya peran yang sangat kecil.


Atas dasar itu, lanjut Yayan, bahwa maba di FH perlu memiliki kedewasaan dalam belajar. Caranya, dengan memberikan dosen-dosen senior untuk memberikan materi kepada maba sejak minggu pertama masa studi berjalan. ”Sehingga perlu di minggu pertama yang mengajar adalah dosen-dosen senior yang bisa memberikan tutorial bukan dosen asisten atau dosen yang baru belajar,” katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua