Jumat, 04 September 2015

Ketika Advokat Mengenang Masa Ospek

Dari kepala gundul hingga mengubah logat demi menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
RIA
Aktivitas penerimaan mahasiswa baru di salah satu fakultas di UI. Foto: Twitter @univ_indonesia

Sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia tengah sibuk dengan berbagai kegiatan dalam rangka menyambut para mahasiswa baru. Salah satu kegiatan yang khas adalah orientasi studi dan pengenalan kampus atau lazim disingkat ospek. Walaupun seringkali menuai pro kontra, ospek yang saat ini mungkin namanya berbeda-beda biasanya menyisakan kenangan sendiri bagi yang mengalaminya.
 
Sejumlah advokat pun mengaku memiliki kenangan yang tak terlupakan ketika masih berstatus mahasiswa menjalani ospek. Rivai Kusumanegara misalnya. Ia ingat betul pengalamannya saat harus menjalani ospek di Fakultas Hukum Universitas Trisakti, sekira 25 tahun silam.
 
Mengenang masa ospek, Rivai menyebut lima hal yang paling dia ingat. Botak, bau, minder, disiplin, dan kompak.
 
“Saya ingat saya harus botak saat ospek itu. Seumur hidup saya nggak pernah gundul. Sekalinya gundul ya saat ospek itu, waktu jadi mahasiswa baru,” tutur Rivai ditemui di sela-sela acara pelantikan DPN PERADI kepengurusan Fauzie Yusuf Hasibuan, Jumat silan (28/8).
 
Soal bau, yang dikenang Rivai adalah bagaimana dia harus rela datang ke kampus untuk mengikuti kegiatan ospek dari sebelum matahari terbit hingga langit gelap. Menurut Rivai, badannya menjadi bau karena keringat plus dijemur di bawah terik matahari.
 
Lantaran gundul dan bau, Rivai sempat merasa minder, apalagi ketika bertemu dengan wanita. “Minder saya bawaannya kalau lihat cewek. Abis jelek banget perasaan. Gimana ya? Ya jelek, hitam, gundul, dan bau. Pakaiannya pun jelek,” kenangnya.
 
Memori aspek, kata Rivai, tidak selalu berkaitan dengan hal-hal yang buruk. Dari ospek, diakui Ketua Pusat Bantuan Hukum PERADI ini, justru dia merasakan kekompakan antar sesama teman. Manfaat lainnya, Rivai merasa menjadi pribadi yang disiplin.
 
“Kita kompak banget karena merasa sependeritaan, sama-sama harus datang dari Subuh. Bahkan bulan ini kita mau reuni 25 tahun, reuni perak. Bayangin 25 tahun. Kompaknya teruji,” ujarnya.
 
Alumnus Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Maddenleo T Siagian juga mengaku terkenang dengan masa-masa ospek ketika dia harus datang pagi karena tidak boleh telat. Jika telat, maka hukumannya adalah push up, berdiri sambil memegang telinga, dan yang paling mengerikan adalah dimarahi senior.
 
“Dan yang paling dikenang (membuat) yel yel,” tukas Madden.
 
Kisah yang agak berbeda dituturkan oleh David ML Tobing. Pria yang dikenal sebagai pengacara perlindungan konsumen iniingat betul bagaimana ia harus menyesuaikan diri dengan mengubah logat Betawinya saat memulai kuliah. Saat itu, David bertemu dengan teman-teman baru yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
 
“Saya harus mengubah logat betawi saya ketika masuk jadi mahasiswa, karena saya sadar,saya ini sudah terlalu betawi kan. Ngomong pakainya , sedangkan saya bergaul dengan mahasiswa, yang artinya teman-teman saya ini datang dari berbagai daerah,” katanya.
 
Hal lain yang dikenang David adalah rasa bangga ketika menjadi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia. “Jadi itu memori saya di awal. Tentang masuknya. Bahwa saya sangat bangga dengan almamater saya dan sekarang pun lebih bangga lagi,” tukasnya.






















lu-gue lu-gue

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua