Berita

Empat Langkah Sebelum Ambil Beasiswa S2 ke Luar Negeri

Mulai dari memilih kampus yang dituju, melengkapi persyaratan, hingga pilih program beasiswa yang sesuai dengan tujuan mengambil S2 ke luar negeri.
Oleh:
CR19
Bacaan 2 Menit
Empat Langkah Sebelum Ambil Beasiswa S2 ke Luar Negeri
Empat Langkah Sebelum Ambil Beasiswa S2 ke Luar Negeri

Lanjut kerja atau kuliah lagi ya? Pertanyaan itu acapkali muncul tak lama usai mahasiswa menyelesaikan masa studinya di strata satu (S1). Hasrat untuk menuntut ilmu di jenjang yang lebih tinggi atau memulai karir membayang-bayangi setiap saat. Bagi kalian yang memilih untuk melanjutkan studi strata dua (S2), ada dua pilihan yang bisa kamu ambil, salah satunya dengan memilih melanjutkan S2 ke luar negeri.

Melanjutkan S2 ke luar negeri tentu membutuhkan biaya yang sangat besar. Tak hanya itu, kendala lainnya misalnya terkait dengan sejumlah perizinan juga mesti dilengkapi. Soal kendala biaya besar, solusi yang bisa ditempuh dengan mencari beasiswa. Namun, persaingan mendapatkan beasiswa S2 ke luar negeri begitu ketat.

Kemampuan intelektual saja tidak cukup ‘memenangkan’ beasiswa S2 luar negeri. Namun ada hal lain di luar faktor intelektualitas yang mesti dipersiapkan dan dilengkapi oleh setiap orang. Karenanya, hukumonline mencoba merangkum sejumlah hal apa saja yang mesti dipersiapkan sebelum kalian mencari beasiswa S2 ke luar negeri. Berikut empat langkah yang bisa dilakukan sebelum mengambil beasiswa S2 ke luar negeri.

1. Tentukan Kampus
Hal pertama yang mesti dilakukan adalah menentukan kampus mana yang sesuai dengan yang diinginkan. Ini menjadi penting karena saat kita tahu dan sudah menentukan kampus yang dituju, maka kita akan lebih fokus terutama dalam mencari informasi yang diperlukan. Misalnya saja yang dilakukan oleh Anisa Widyasari, Alumni FH Unpad angkatan 2006.

Ketertarikan Anisa pada bidang Kekayaan Intelektual (KI) saat kuliah S1 mengarahkan penelusurannya ke sejumlah kampus di luar negeri yang unggul dalam bidang KI. “HAKI (sekarang KI) tertarik banget, jadi aku udah dari zaman kuliah udah cari-cari kira-kira kampus mana yang HAKI-nya bagus. Malah lebih spesifik lagi aku tertarik banget sama pengetahuan tradisional,” katanya saat dihubungi hukumonline, Sabtu (26/9)

Lebih lanjut, Anisa mengatakan, keuntungan yang didapat saat sudah menentukan kampus mana yang akan dituju akan dirasa ketika nanti masuk proses belajar di kampus itu. Jika sudah fokus penentuan kampus sejak awal, maka akan membantu saat mendalami materi kuliah. Dan pada akhirnya, penulisan thesis bisa lebih mudah.

Selain itu, manfaat yang lain yang didapat misalnya persyaratan-persyaratan yang diminta kampus juga sudah diketahui sejak awal. ”Kalau sudah tahu kampusnya, kita tahu kampus itu butuh syarat-syarat apa aja,” imbuhnya.

Berita Terkait