Jumat, 02 October 2015

KAI: Surat KMA Memang yang Ditunggu-tunggu

Ini hanya salah satu jalan keluar. Bagi KAI, solusi yang sebenarnya adalah revisi UU Advokat dengan mengadopsi multibar.
CR19
Presiden KAI Tjoetjoe Sandjaja (Kiri) Foto: plus.google.com


Ketua Mahkamah Agung RI (MA) M Hatta Ali baru saja menerbitkan Surat KMA No.73/KMA/HK.01/IX/2015 tertanggal 25 September terkait dengan kewenangan Pengadilan Tinggi (PT) dalam menyumpah advokat yang memenuhi syarat dari organisasi advokat manapun. Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI) Tjoetjoe Sandjaja Hernanto menyambut baik langkah yang dilakukan Ketua MA. Menurutnya, KAI memang menunggu-nunggu keputusan MA yang seperti itu.


“Surat KMA ini memang yang ditunggu-tunggu untuk menyelamatkan kemelut,” kata Tjoetjoe kepada hukumonline, Jumat (2/10).


Tjoetjoe mangatakan, situasi advokat yang saat ini sedang karut-marut memang sangat membutuhkan sebuah kekuatan untuk menyelamatkan kemelut yang terjadi di antara organisasi advokat. Menurutnya, terbitnya keputusan MA ini justu tidak akan menimbulkan dan merugikan para pihak.


“Jadi sebenarnya tidak ada yang dirugikan satupun dengan Surat KMA itu. Kawan-kawan PERADI boleh disumpah, kawan-kawan KAI boleh disumpah, kan ngga ada yang dirugikan. Di lapangan nanti mereka akan berkompetisi,” jelas Tjoetjoe.


Selain keputusan MA, Tjoetjoe juga menambahkan, kalau Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 112/PUU-XII/2014 dan Nomor 36/PUU-XIII/2015 juga menjadi jalan keluar dalam menyelesaikan kemelut yang terjadi di dunia advokat. “Saya Presiden KAI,  atas nama seluruh anggota KAI di seluruh Indonesia menyampaikan ucapan terima kasih dan penghormatan kepada Yang Mulia Ketua MA, Hatta Ali. Dan kepada sembilan hakim Mahkamah Konstitusi,” ucapnya.


Meskipun begitu, Tjoetjoe mengatakan, kalau SKMA itu hanya sebagai jalan keluar yang sifatnya sementara. Permasalahan di tubuh profesi advokat, lanjutya, mesti diselesaikan dengan melakukan revisi terhadap UU Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. KAI berjanji akan terus mengawal revisi UU Advokat. “KAI sejak awal concern untuk mendorong itu,” tegasnya.


Terkait revisi UU Advokat, KAI terus mendorong konsep multibar dalam organisasi advokat. Hal ini masuk dalam draf RUU Advokat yang dirancang KAI. Meski pengajuan draf RUU oleh KAI pada tahun 2012 silam belum berhasil, pihaknya berencana akan kembali mengajukan konsep RUU Advokat pada awal Oktober tahun 2015 ini kepada Badan Legislatif DPR RI (Baleg).

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua