Senin, 05 Oktober 2015

Pendaftaran Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan MA Ditutup

Awalnya pendaftaran ditutup pada 22 September 2015, namun diperpanjang sampai tanggal 28 September 2015. Tahap selanjutnya, pengumuman hasil verifikasi berkas pada 9 Oktober 2015 melalui situs inovasi.mahkamahagung.go.id.
CR19
Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan 2015. Foto: http://inovasi.mahkamahagung.go.id/


Pendaftaran Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan 2015 yang diselenggarakan Mahkamah Agung (MA), akhirnya resmi ditutup. Seharusnya, penutupan lomba ini dilakukan pada Selasa (22/9). Namun karena berbagai pertimbangan, akhirnya Ketua Tim Pengarah Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan MA, Takdir Rahmadi menunda penutupan pendaftaran hingga Senin (28/9).


Anggota Sekretariat Tim Pengarah Lomba Inovasi Peradilan MA, Hermansyah menuturkan, alasan menunda penutupan selama kurang lebih satu pekan lantaran tim pengarah ingin memberikan kesempatan kepada pengadilan yang belum meng-upload inovasi peradilannya ke situs kompetisi. Banyak inovasi yang masih dalam proses penyempurnaan.


“Untuk memberi kesempatan kepada pengadilan-pengadilan yang antusias mendaftar,” kata Herman saat dihubungi, Senin (5/10).


Herman mengatakan, inovasi yang masuk dalam kategori lomba adalah inovasi yang sudah berhasil dilakukan serta sudah berjalan. Atas dasar itu, inovasi yang masih berupa ide belum bisa diikutkan dalam kompetisi ini. “Prinsip dasar inovasi yang bisa diikutkan adalah inovasi yang sudah berjalan, bukan inovasi yang akan berjalan,” jelasnya.


Untuk diketahui, kompetisi ini resmi dibuka oleh Ketua MA, Hatta Ali pada pertengahan Agustus lalu. Berdasarkan informasi dari situs inovasi.mahkmahagung.go.id, total peserta kompetisi mencapai 332 peserta. Dari total 332 peserta itu, terdapat 446 inovasi. Sehingga, setiap pengadilan tercatat ada yang mengirimkan lebih dari satu inovasi untuk dilombakan dalam kompetisi yang pertama kali diselenggarakan oleh MA ini.


Tercatat, peserta terbanyak dalam kompetisi ini berasal dari pengadilan agama, yakni berjumlah 169 peserta. Berikutnya adalah pengadilan umum berjumlah 135 peserta, lalu 17 peserta dari pengadilan tata usaha negara (PTUN), dan yang terakhir 11 peserta dari pengadilan militer.


Dalam tahap verifikasi berkas, Herman mengatakan, terdapat sejumlah penilaian yang dilakukan oleh panitia. Awalnya, setiap peserta mesti memenuhi atau melengkapi tujuh syarat yang diatur oleh tim pengarah lomba. Tujuh syarat itu, antara lain profil pengadilan, profil penanggung jawab, surat tugas penanggung jawab, deskripsi singkat, daftar periksa, foto, dan video.

Halaman Selanjutnya
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua