Berita

Ajudan Istri Suryadharma Ali Ikut Usulkan Pengurus PPP Jadi Petugas Haji

Mulyanah sendiri juga pernah tercatat sebagai PPIH dan mendapat honor, tetapi tidak pernah menjalankan tugas sebagai PPIH.
Oleh:
NOV
Bacaan 2 Menit
Mulyanah acim saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang perkara korupsi Suryadharman Ali di Pengadilan TIpikor Jakarta, Jumat (16/10). Foto: NOV
Mulyanah acim saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang perkara korupsi Suryadharman Ali di Pengadilan TIpikor Jakarta, Jumat (16/10). Foto: NOV

Mantan ajudan istri Suryadharma Ali, Mulyanah Acim mengaku ikut mengusulkan sejumlah nama yang diantaranya adalah pengurus DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Bekasi dan Karawang untuk menjadi Petugas Panitia Penyelenggara Haji (PPIH) tahun 2012-2013 kepada Ermalena, Staf Khusus Suryadharma yang kala itu menjabat sebagai Menteri Agama.

Nama-nama yang diusulkan Mulyanah antara lain, KUA Rengasdengklok Nur Ulfah, Acum Marjuki (guru), Iib Najibah (PNS), Ida Farida (guru majelis taklim), Diding Saefudin Zuhri (Ketua DPC PPP Kabupaten Bekasi), Idham Kholid, Lili Suhaeli, dan Yayat Hidayat. Ada sebagian dari nama-nama itu yang menjabat pengurus DPC PPP Bekasi dan Karawang.

Mulyanah mengatakan, Nur Ulfah merupakan teman sekampungnya. Nur Ulfah meminta dimasukan sebagai PPIH. "Menurut dia saya sering ke Kementerian Agama. Itu mungkin anggapan yang minta tolong karena saya ajudannya Bu Menteri," katanya saat menjadi saksi dalam sidang perkara korupsi Suryadharma di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (16/10).

Begitu pula dengan beberapa nama lain yang diusulkan Mulyanah. Awalnya orang-orang itu menelepon Mulyanah meminta dimasukan sebagai PPIH. Kemudian, Mulyanah menyerahkan nama-nama itu kepada Ermalena. Mulyanah tidak menjanjikan apapun kepada orang-orang tersebut. Ia hanya mengusulkan dan tidak mengetahui proses selanjutnya.

Hal yang sama dilakukan pula oleh Mulyanah pada penyelenggaraan haji 2013. Mulyanah mengusulkan sembilan nama, yaitu Nurhasan Mushasyim Lihun, Marwiyah Marta Kusuma, Siti Romlah, Halim Ahmad Fachrurozi Ropiudin, Yusuf Ismail Madin, Leni Puspawati Oyim, Nurhamdani Rakwad Taram, Mahmud Rahmatullah Abdul Aziz, dan Fatimah Azzahra.

"Tidak semuanya pengurus partai. Yang pengurus partai yang saya kenal adalah Nurhamdani, Yusuf Ismail, dan Fatimah. Kalau Siti Romlah itu ustazah, Mahmud dia penceramah, Marwiyah itu guru atau PNS, Leni dia ustazah, dan Nurhasan adalah PNS. Jadi, saya ralat keterangan di BAP saya yang bilang semua pengurus partai," ujarnya.

Mulyanah mencabut keterangannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang menyatakan sembilan pengurus DPC PPP Bekasi dan Karawang. Ia beralasan grogi ketika diperiksa penyidik KPK. Saat ditanyakan siapa orang-orang selain pengurus DPC PPP Bekasi yang ia usulkan, Mulyanah menjawab mereka adalah teman-teman dari saudaranya.