Kamis, 22 October 2015

Bela Negara Dinilai Beri Deterrent Effect Bagi Negara Lain


"Oleh karena itu, sebagai realisasinya, Kemhan dan Kemendagri membentuk kader bina negara tahun 2015," tuturnya.


Ryamizard berharap, kader pembina bela negara mampu menyebarluaskan bela negara di wilayahnya masing-masing. Sehingga, akan terwujud kesadaran bela negara sebagai bentuk revolusi mental. "Bagaimana rakyat dilatih untuk menghadapi segala bentuk kejahatan kemanusiaan, melawan kemiskinan, kebodohan, narkoba, dan lain sebagainya. Hal ini seharusnya dimengerti seluruh rakyat. Karena lewat kemajuan teknologi dan informasi, paradigma ancaman berubah," katanya.


Sementara itu, sejumlah kalangan masyarakat yang berkecimpung di beberapa kampus di pulau Sumatera menolak wacana pemerintah yang akan menggagas program wajib bela negara untuk pemuda."Bila para wajib bela negara tersebut nantinya diajarkan cara militer maka akan mengancam keutuhan bangsa dan negara sehingga wacana tersebut tidaklah tepat untuk keadaan Indonesia," kata salah seorang mahasiswa Hubungan Internasional dari Universitas Riau, Riyan Zulfikar Haris.


Menurutnya, dengan banyaknya pemberontakan dan perpecahan yang terjadi di masyarakat pengajaran bela negara dapat termanfaatkan menjadi sebuah hal yang negatif. Sebagai contoh bila pelaksananya seorang separatis maka pengajaran yang dilakukan untuk bela negara akan dimanfaatkan untuk menggalang kekuatan melawan negara.


"Secara hubungan internasional wacana bela negara ini bila terealisasi dapat mengubah hubungan regional negara," katanya.


Akademisi dari STKIP PGRI Sumatera Barat Fachrul Reza menilai bahwa rakyat Indonesia belum siap menjadi wajib bela negara. Menurutnya, saat ini banyak pemuda bangsa yang dengan mudah mencaci pemerintah dan negaranya. Selain itu, sikap lebih memilih barang produksi dari luar negeri menjadikan kesulitan untuk beralih pada hasil lokal.


"Untuk menanamkan bangga saja pada produk sendiri susah bagaimana menjadi wajib bela negara," ucapnya.


Sedangkan pakar politik Asrinaldi menyebutkan bahwa wacana bela negara sarat dengan kepentingan politik. "Tujuannya saja tidak jelas hanya untuk menampilkan kepentingan golongan saja, yang ada negara rugi," pungkasnya.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua