Jumat, 30 October 2015

PA Kabupaten Malang, Embrio Lahirnya SIADPAPlus di Peradilan Agama


Sebagai informasi, PA Kab. Malang menjadi salah satu pengadilan agama tingkat pertama dengan jumlah perkara terbanyak se-Indonesia. Pada tahun 2014, jumlah perkara masuk yang ditangani oleh PA Kab. Malang berjumlah 8.700 perkara. Kini, jumlah tersebut membuat PA Kab. Malang menempati peringkat kedua sebagai perkara terbanyak setelah PA Indramayu. “Pernah nomor satu tahun 2013 mengalahkan PA Indramayu,” sambung Bambang.


Panitera/ Sekretaris PA Kab. Malang Akhmad Muzaeri menyebutkan karena embrio SIADPAPlus berasal dari SIADPA yang dikembangkan lebih dulu oleh PA Kab. Malang, sehingga banyak pengadilan-pengadilan agama lain di seluruh Indonesia yang melakukan studi banding di PA Kab. Malang. Bahkan, tak hanya dari pengadilan agama, sejumlah institusi lain seperti Kejaksaan Agung RI dan Bapennas juga menilik dan belajar dari PA Kab. Malang. “Paling sering dikunjungi oleh MA dan hampir menyeluruh dari seluruh Indonesia (pengadilan-pengadilan, red) ke sini,” katanya.


Tetap melahirkan inovasi-inovasi lain

Sejarah baik yang dimiliki PA Kab. Malang pada masa lalu, kini masih dipertahankan. Misalnya saja, aplikasi SMS Gateway berupa pemberian informasi terkait dengan perkara ke setiap pihak juga dipelopori oleh PA Kab. Malang. Bahkan, kini SMS Gateway itu telah dikembangkan menjadi SPS (Sistem Pengingat Sidang). Dijelaskan Akhmad, bahwa SPS merupakan aplikasi berbasis komputer yang mengingatkan dan memberitahukan secara otomatis kepada para pihak tentang waktu, tanggal, dan agenda sidang.


Tujuannya, lanjut Akhmad, agar para pihak hadir tepat waktu di hari sidang yang telah ditentukan. Melalui aplikasi SPS ini, tiga hari sebelum sidang akan memberi tahu melalui media SMS,Whats Up, Email, BBM, Twitter dan juga Facebook. “Begitu nanti ditentukan hari sidang, yang bersangkutan akan secara otomatis dapat berita bahwa sidang saudara pada hari dan tanggal sekian. Kita tidak hanya berlaku bagi penggugat tapi juga pada tergugat dan tidak menunggu yang bersangkutan SMS kita, kita yang akan proaktif,” paparnya.


Inovasi lainnya, lanjut Akhmad, PA Kab. Malang juga menjadi pelopor terkait dengan aplikasi antrian di persidangan. Menurutnya, dari semua pengadilan di wilayah Jawa Timur, PA Kab. Malang menjadi pengadilan pertama yang juga mengembangkan aplikasi berbasis komputer berupa antrian persidangan yang terhubung dengan SIADPAPlus. “Antrian sidang juga PA Kab. Malang jadi pelopor pertama,” pungkasnya.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua