Jumat, 06 November 2015

Gandeng FH UNIKA Atma Jaya, Hukumpedia Gelar Debat Online

Seluruh proses pemenangan akan menggunakan sistem voting terbuka yang dapat diikuti oleh para Sahabat Hukumpedia yang telah terdaftar di http://hukumpedia.com.
RIA
Foto: Hukumpedia

Komunitas hukum terbesar di Indonesia besutan hukumonline, Hukumpedia, segera menggelar debat online pertama yang mengangkat isu-isu hukum.  Bekerja sama dengan Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (FH UNIKA Atma Jaya), acara yang dapat disaksikan melalui website oleh seluruh masyarakat dari Sabang sampai Merauke ini akan dilangsungkan selama sebulan penuh, yakni mulai 10 November hingga 10 Desember 2015.
 
Untuk debat online pertama, mahasiswa-mahasiswa dari FH UNIKA Atma Jaya yang akan unjuk kebolehan mereka lebih dulu. Terdapat 16 (enam belas) tim – yang masing-masing terdiri dari tiga orang – yang akan beradu wawasan dan argumen mereka dengan delapan topik yang telah disiapkan oleh penyelenggara.
 
Delapan topik tersebut yaitu:
1.    Kewajiban penggunaan mata uang rupiah dalam transaksi luar negeri
2.    Pemilihan calon pimpinan KPK oleh DPR
3.    Prostitusi online
4.    Judicial Review UU Perkawinan tentang pernikahan beda agama
5.    Desakan membuat PSSI tandingan
6.    Moda transportasi terintegrasi (GOJEK), positif atau negatif?
7.    Asas respirokal perbankan  Indonesia
8.    Pembajakan karya intelektual secara online (musik, film, buku dan sebagainya)
 
“Keenam belas tim ini akan dibagi berdasarkan topik untuk argumen pro dan kontra pada masing-masing topik,” ujar Pista Simamora, Tim Hukumpedia.
 
Yang menarik, lanjut Pista, seluruh proses pemenangan akan menggunakan sistem voting terbuka yang dapat diikuti oleh para Sahabat Hukumpedia yang telah terdaftar di . Sahabat hukumpedia cukup memilih tim pro atau kontra, dan meninggalkan komentarnya saja, imbuhnya.

Untuk diketahui, model kompetisi berbasis website ini memang masih baru di Indonesia. Hukumonline mengadopsi model kompetisi ini karena mengingat tingginya animo kompetisi debat di kalangan komunitas hukum. Sayangnya, animo tersebut seringnya terhalang karena keterbatasan biaya.
 
“Mengingat jarak yang terbentang jauh dari Aceh sampai Papua, mahalnya biaya untuk keperluan mengikuti kompetisi debat ini menyebabkan peserta yang ikut dalam kompetisi debat nasional itu terbatas dengan area geografis yang terbatas juga,” ungkap Pista.
 
Pada satu kesempatan dalam acara pelatihan jurnalistik di FH Universitas Brawijaya, Manajer Hukumpedia Anggara menyampaikan selama ini cukup banyak proposal kompetisi debat nasional yang masuk ke hukumonline. Dalam proposal tersebut tercantum anggaran yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut sangat besar.
 
“Dengan sistem debat online, perkara biaya mahal ini teratasi. Kompetisi debat dapat dilakukan dengan biaya yang sangat murah,” pungkas Anggara, Jumat (16/10).
 
Dalam kesempatan yang sama Anggara juga menyebutkan bahwa banyak keuntungan yang bisa didapatkan melalui penyelenggaraan debat online ini. Selain pesertanya yang dapat menjangkau mahasiswa dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia, pengunjung akan dapat berpartisipasi dan berinteraksi.
 
Bagi mahasiswa, ini juga bisa jadi satu nilai plus untuk persiapan pasca kampus, ungkap Anggara. “Orang akan ngeh sama kita atau almamater kita, karena kita pernah ikut debat online yang ditonton di mana-mana ini,” sebutnya.
 
Ke depannya, hukumonline berharap dengan platform debat seperti ini dapat mengatasi persoalan biaya dan mampu menjangkau lebih banyak kampus untuk dapat berpartisipasi. Setelah kerja sama dengan FH UNIKA Atma Jaya, hukumonline mencanangkan untuk membuat kompetisi debat online tingkat nasional di 2016.
 
Nah, kamu bisa saksikan debat online mulai 11 November 2015, pukul 10.00 WIB, di .
















http://hukumpedia.com















sini

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua