Info

Hukumonline Terima Kunjungan 10 Pengadilan Unggulan Kompetisi Inovasi

Tujuannya untuk membuka pandangan dan wawasan tentang inovasi yang berdampak untuk masyarakat.
Oleh:
CR19
Bacaan 2 Menit
Hukumonline terima kunjungan 10 pemenang inovasi terbaik dan favorit Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan MA 2015. Foto: CR19
Hukumonline terima kunjungan 10 pemenang inovasi terbaik dan favorit Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan MA 2015. Foto: CR19

Sepuluh pengadilan yang berhasil masuk dalam 10 unggulan inovasi terbaik dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan yang diselenggarakan oleh Mahkamah Agung, berkunjung ke kantor hukumonline di Jakarta, Selasa (10/11). Kunjungan ini sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan terhadap 10 unggulan inovasi terbaik dan inovasi favorit dalam rangkaian kegiatan seremoni yang difasilitasi oleh Tim Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan MA 2015.

Salah satu alasan Tim Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan MA memilih kantor hukumonline sebagai salah satu destinasi, karena dianggap sebagai salah satu penyedia layanan jasa informasi hukum di Indonesia yang berbasis online yang kreatif dan inovatif. Hukumonline juga dinilai sebagai perusahaan yang telah berhasil dalam melakukan inovasi penting dalam proses kerjanya.

Selain itu, hukumonline di mata para hakim, panitera, jaksa dan advokat juga dinilai memiliki komitmen dalam melayani publik dengan memberikan informasi yang akurat dan berimbang. Sehingga, Tim Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan MA berharap lewat kunjungan ini 10 unggulan inovasi terbaik dapat terbuka wawasannya dan terdorong terbukanya inovasi baru.

“Kita sebagai lembaga non pemerintah perlu mendukung dan membantu menyebarkan informasi hukum dalam berbagai bentuk mulai dari pemberitaan-pemberitaan, peraturan, putusan pengadilan, yang akhirnya kita berharap ini jadi bahan diskursus hukum yang nantinya jadi bahan penting dalam perkembangan hukum di Indonesia,” ujar Pemimpin Redaksi Hukumonline, Abdul Razak Asri dalam sambutannya.

Selain berkeliling kantor hukumonline dan berinteraksi, 10 unggulan inovasi terbaik juga mendapat materi mengenai Public Outrich via Website dan Database Content. Materi mengenai Public Outreach via Website disampaikan langsung oleh Direktur Hukumonline, Andika Gunadarma. Sementara materi kedua, yakni mengenai Database Content dipaparkan oleh Manajer Pusat Data Hukumonline, Dwi Cahyadi.

Kunjungan 10 unggulan inovasi terbaik ini dalam rangka rangkaian final Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Peradilan MA 2015. Selama enam hari mulai dari tanggal 8 hingga 13 November, 19 pemenang tersebut akan melakukan kunjungan dan melakukan training. Sebelum mengunjungi kantor hukumonline, 10 unggulan inovasi terbaik juga berkesempatan mengunjungi sejumlah instansi dan perusahaan yang diakui telah berhasil melakukan inovasi dalam proses kerjanya.

Misalnya pada 8 November, 10 unggulan inovasi terbaik berkesempatan mengunjungi kantor PT. Kereta Api Indonesia (KAI). Lalu pada 9 November, mengunjungi Direkorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Selain itu, 10 unggulan inovasi terbaik juga berkesempatan mendapatkan training dari Lutan Edukasi pada 11 November dan yang terakhir pada 13 November mengunjungi kantor Sekretariat Mahkamah Agung RI di Jakarta.

10 unggulan inovasi terbaik ini telah berhasil lolos dari total 238 pengadilan tingkat pertama yang ikut serta dalam kompetisi dan juga berhasil lolos dari total 444 produk inovasi. 10 unggulan inovasi terbaik ini terdiri dari tiga inovasi dari tiga Pengadilan Agama (PA) dan tujuh inovasi dari tujuh Pengadilan Negeri (PN).

Antara lain, PA Malang dengan produk Audio to Text Recording (ATR), PA Merauke dengan produk kemudahan masyarakat pencari keadilan untuk memperoleh informasi di Pengadilan Agama Merauke hanya denga menekan tombol handphone. PA Tanggamus dengan produk Tanggamus Mobile Court (TMC), PN Bale Bandung dengan produk mediasi teleconference, PN Bontang dengan produk pelayanan informasi secara interaktif melalui siaran radio.

PN Mungkid dengan produk aksesibilitas pengguna difable di website standar, PN Pekanbaru dengan produk menghitung sendiri panjar biaya perkara (e-SKUM). PN Salatiga dengan produk Pelayanan Peradilan Pemulihan Terpadu (P3T). PN Samarinfa dengan produk computerized system dalam pengarsipan perkara dan PN Yogyakarta dengan produk pelayanan dan ruang pengasuhan anak sebagai bagian dari inovasi pelayanan terpadu.