Rabu, 18 November 2015

Smoke Free Jakarta Dukung Pergub Larangan Reklame Rokok

Diharapkan larangan ini diikuti provinsi-provinsi lain.
ANT
Ilustrasi larangan merokok. Foto: Sgp

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Smoke Free Jakarta mendukung terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2015 yang mengatur tentang Larangan Penyelenggaraan Reklame Rokok dan Produk Tembakau pada Media Luar Ruang di seluruh wilayah DKI Jakarta. Smoke Free Jakarta berharap, larangan ini dapat diikuti provinsi lain.

"Jakarta akan jadi role model peningkatan standar kesehatan dengan Pergub tersebut. Ini kita optimis kalau Jakarta tegas dan komit, daerah lain akan menyusul," ujar Koordinator Smoke Free Jakarta, Dollaris Suhadi, Rabu (18/11).

Dolarris Suhadi berharap provinsi lain juga dapat menerapkan penegakan administrasi, penerapan sanksi hingga melakukan pencabutan izin pada pemasangan iklan, khususnya rokok. "Ini penting karena di pelosok, sudah banyak anak yang terpengaruh pada iklan rokok, yang mana mereka menganggap merokok itu keren," katanya.

Menurut data "Global Youth Tobacco Survey 2014", sebanyak 36 persen anak laki-laki usia 13 hingga 15 tahun pernah merokok. Mayoritas rokok tersebut diperoleh dari warung, kios, maupun toko. Dari penelitian itu, lanjutnya, membuat penggiat antiasap merasa perlu mendorong adanya perlindungan bagi anak dan remaja, agar terhindar dari bahaya rokok.

"Anak-anak ini kan masih sulit menentukan pilihan mereka, jadi lebih baik kita bantu menunjang kesehatan mereka," ujar Dollaris.

Sebelumnya, Kecamatan Mampang Prapatan melakukan aksi pencopotan dan pemberantasan reklame rokok di empat kawasan.Pencopotan media iklan itu dilakukan bersama LSM Smoke Free Jakarta.

Tujuan pencopotan adalah untuk membuat Jakarta Bebas Reklame Rokok pada 2016, sesuai amanat Pergub DKI Jakarta. Aksi pencopotan reklame di empat kawasan tersebut bertujuan untuk melindungi para anak dan remaja dari konsumsi rokok sejak dini.

"Sebanyak empat reklame rokok yang akan kami copot dan itu ada di tiga titik lokasi," ujar Camat Mampang Prapatan Asril Rizal di kantornya.

Menurut dia, lokasi yang dituju untuk memberantas iklan rokok yang terpasang pada papan berukuran 2x3 meter tersebut. Di antaranya berada di Jalan Mampang Prapatan Raya, Jalan Mampang Prapatan Tujuh, dan dua buah reklame di Jalan Tegal Parang Utara.

"Kegiatan ini supaya anak dan remaja berhenti membeli dan menghisap rokok, jadi mereka terhindar dari bahaya kesehatan akibat rokok," tuturnya.

Asril juga berkomitmen meningkatkan kesehatan masyarakat dengan menerapkan aturan bebas asap rokok di kawasan kantor pemerintahan, seperti kantor kecamatan. Agar ketentuan tersebut dapat dipatuhi, pihaknya telah membentuk satuan tugas (satgas), yang dikerahkan untuk memeriksa kawasan kantor agar bebas dari asap rokok, tuturnya.

"Saat ini, teman-teman sudah mengerti, tapi masih ada satu atau dua orang dari luar yang melanggar, jadi ini nanti tugas satgas untuk menegur," tutup Asril.

Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua