Rabu, 13 January 2016

2015, Jumlah Law Firm Merger di AS Meningkat

Bergabung dengan 8 firma dari mancanegara, Dentons Law Firm mendominasi merger di tahun 2015.
RIA
Ilustrasi merger. Foto : kppu.go.id

Tahun 2015 menjadi tahun dengan jumlah merger dan akuisisi law firm terbanyak di Amerika Serikat (AS), bahkan menjadi terbanyak sepanjang delapan tahun terakhir. Terdapat 91 firma hukum gabungan yang dicatat kantor konsultan dalam Altman Weil berdasarkan publikasi yang dilakukan firma-firma tersebut kepada publik.
 
Angka ini mengalahkan rekor di tahun 2013. Tiga tahun silam angka merger dan akuisisi firma hukum gabungan di AS hanya mencapai 88. Pimpinan Altman Weil, Ward Bower, menganalisis bergabungnya firma-firma ini sebagai strategi utama law firm untuk menghadapi pasar dan go international di tahun 2016.
 
“Merger dan akuisisi law firm ini merupakan strategi utama organisasi untuk memperoleh bisnis baru di pasar saat permintaan yang datang datar saja dan terbatas (pada wilayah kedudukan kantornya),” ujar Bower dikutip dari Altman Weil, Rabu (6/1).
 
Sementara, lanjut Bower, penawaran akan jasa hukum sangat besar di tahun itu. Lulusan Dickinson School of Law ini mengatakan banyaknya penawaran pada tahun tersebut merupakan refleksi persaingan yang ketat yang ditunjukkan oleh firma-firma di AS.
 
Sebagai bentuk persiapannya menghadapi pasar, Dentons Law Firm ‘merajai’ merger dalam daftar merger 2015. Kantor hukum yang berkedudukan di negara bagian New York ini bergabung dengan delapan law firm.  Di awal tahun 2015, Dentons bergabung dengan RK Adler LLP dan dilanjutkan bergabung dengan Dacheng, firma hukum asal Cina.
 
Firma selanjutnya yang setuju berintegrasi dengan Dentons yaitu McKenna Long & Aldridge asal Atlanta, Gadens asal Sydney, Rodyk asal Singapura, OPF Partners asal Luxembourg, Cardenas & Cardenas asal Colombia, dan Lopez Velarde Heftye y Soria asal Mexico.
 
Hasil dari merger ini, jumlah lawyer yang ditawarkan Dentons meningkat hingga mendekati tiga kali lipat. Di awal tahun 2015, lawyer Dentons ada pada angka 2500. Setelah merger dilakukan, dari laporan pada tanggal 18 Desember, Dentons memiliki sekitar 7400 lawyer.
 
Penambahan angka paling signifikan diperoleh dari bergabungnya Dentons dengan Dacheng yang memiliki 3681 lawyer. Sebagaimana dikutip dari siaran pers tersebut, merger Dentons-Dacheng disebut-sebut sebagai record-breaking merger atau pemecah rekor merger.
 
Dilihat dari tingkat dan waktu yang singkat, dapat diketahui bahwa Dentons sedang memetakan wilayah baru untuk ekspansi, kata Bower. Dilansir dari The Am Law Daily yang ditulis Nell Gluckman, Bower juga menyebut pertumbuhan ini sebagai hal yang ambisius dan merupakan fenomena menarik.
 
“Bahkan dalam managemen , sebagaimana yang digunakan oleh Dentons, ekpansi ini akan menjadi tantangan bagi mereka untuk menciptakan dan mempertahankan visi misi Dentons agar tetap padu. Pasar akan tertarik untuk mengawasi dan melihat apa yang akan dilakukan Dentons berikutnya,” pria yang juga tergabung dalam Pennsylvania Bar ini menjelaskan maksudnya.
 
Di samping itu, firma hukum besar AS lain yang juga melakukan gerakan signifikan untuk melebarkan sayapnya di pasar internasional adalah DLA Piper. Terhitung sejak 1 April 2015, DLA Piper yang sudah memiliki 4200 lawyer merger dengan firma asal Vancouver, Davis LLP yang memiliki 260 lawyer.
 
Kemudian ada Morgan Lewis & Bockius, firma hukum dengan lebih dari 1829 lawyer ini mengakuisisi 80 lawyer Stamford Law Corporation di Singapura, dan Littler Mendelson yang memiliki 1034 lawyer menambahkan 21 lawyer dari firma hukum Jerman, Vangard.
 
Untuk diketahui, selain firma-firma besar, firma kecil pun banyak yang melakukan hal yang sama. Sebanyak 77 persen merger dan akuisi dilakukan oleh firma hukum dengan jumlah lawyer tak lebih dari 20 (dua puluh). 47 persen adalah akuisisi firma dengan rentang dua sampai lima lawyer, sisanya ada pada firma dengan rentang 6 sampai 20 lawyer.
 
Berikut daftar lengkap 91 firma hukum gabungan 2015 di AS:




Altman WeilMergerLine



siaran pers











artikel

Verein












Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua