Senin, 18 January 2016

Buntut Bom Sarinah, Kominfo Blokir Sejumlah Akun Twitter

Akun Facebook, situs, dan telegram turut diblokir.
RED
Pemblokiran situs. Ilustrasi: BAS

Insiden ledakan bom yang terjadi Kamis lalu (14/1) masih menyisakan duka bagi bangsa Indonesia, khususnya masyarakat kota Jakarta. Bergerak cepat aparat penegak hukum langsung memburu pihak-pihak yang terkait dengan peristiwa ledakan. Dari sisi pemerintah, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga mengambil langkah-langkah penindakan.
 
Dikutip dari siaran pers yang ditayangkan pada laman , Kominfo menyatakan telah melakukan terhadap sejumlah akun Twitter, Facebook, dan situs yang dianggap mendukung tindakan terorisme yang terjadi di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta itu.
 
“Setelah melakukan pengawasan dan menerima laporan dari masyarakat terkait pemilik akun media sosial dan situs yang mendukung aksi pemboman di Jalan MH Thamrin, 14 Januari 2016 kemarin, Kementerian Kominfo memblokir beberapa akun,” demikian bunyi siaran pers Kominfo.
 
Lebih detail, Kominfo menyebutkan beberapa akun Facebook yang diblokir antara lain akun atas nama Muhammad Subkhan Khalid, Batalion Inghimasi dan Mujahidah Sungai Eufrat. Lalu, akun Twitter antara lain @kdmedia16 (radikal) dan @globalkdi (radikal).
 
Selain itu, Kominfo juga menutup sebuah telegram: . Terdapat 11 situs yang diblokir Kominfo karena dinilai secara jelas mendukung aksi pemboman Sarinah.
 
Ke-11 situs tersebut antara lain bahrunnaim.co, dawlahislamiyyah.wordpress.com, keabsahankhilafah.blogspot.co.id, khilafahdaulahislamiyyah.wordpress.com, tapaktimba.tumblr.com, thoriquna.wordpress.com, tauhiddjihat.blogspot.co.id, gurobahbersatu.blogspot.co.id, bushro2.blogspot.co.id, mahabbatiloveislam.blogspot.co.id, dan azzam.in.
 
Dua bulan sebelum kejadian bom Sarinah, sekira bulan November 2015, Kominfo juga mengklaim telah menghapus sebuah akun dan video bahrunnaim. Total, disebut dalam siaran pers, Kominfo telah memblokir sebanyak 78 video radikalisme ISIS.

“Untuk mendukung penanganan akun-akun radikal yg masih tayang di internet kami mengharapkan partisipasi masyarakat dengan melaporkan kepada kominfo melalui email ,” imbau Kominfo dalam siaran pers.
 
Sekadar catatan, Maret 2015 silam, Kominfo juga sempat melakukan . Langkah ini menindaklanjuti laporan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menilai 22 situs tersebut radikal.
 
Daftar 22 website yang diblokir adalah arrahmah.com, voa-islam.com, ghur4ba.blogspot.com, panjimas.com, thoriquna.com, dakwatuna.com, kafilahmujahid.com, an-najah.net, muslimdaily.net, hidayatullah.com, salam-online.com, aqlislamiccenter.com, kiblat.net, dakwahmedia.com, muqawamah.com, lasdipo.com,  gemaislam.com, eramuslim.com, daulahislam.com, shoutussalam.com, azzammedia.com dan indonesiasupportislamicatate.blogspot.com.
 
 


www.kominfo.go.idpemblokiran





http://telegram.me/jihadmedia01





[email protected]

pemblokiran terhadap 22 situs



Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua