Kamis, 28 January 2016

10 Gugatan Terkonyol di AS Tahun 2015

Dari monyet selfie hingga tumpahan kopi panas.
RZK
Ilustrasi: BAS

Semua orang mahfum, hukum itu identik dengan hal-hal yang serius. Namun, di antara yang serius itu, ada saja hal-hal konyol yang terjadi di ruang sidang. Dikutip dari , berikut ini ringkasan yang terjadi di Amerika Serikat (AS) pada tahun 2015.
 
1.
Di era teknologi komunikasi yang begitu pesat saat ini, muncul sejumlah istilah-istilah khas yang salah satunya adalah selfie. Kamus Oxford mendefinisikan selfie adalah karya foto yang diambil oleh si objek foto sendiri dengan menggunakan fasilitas kamera di telepon seluler atau komputer, lalu disebarkan melalui media sosial.
 
Selfie dilakukan oleh manusia itu lazim, bagaimana kalau selfie dilakukan oleh monyet. Percaya atau tidak, seekor monyet jenis atau ekor panjang asal Sulawesi bernama Naruto berfoto selfie dengan menggunakan kamera seorang fotografer asal Inggris David Slater.
 
Naruto sebenarnya tidak melakukan selfie secara sengaja. Yang terjadi adalah David meletakkan kameranya di suatu tempat, lalu kamera tersebut dimainkan oleh Naruto yang kemudian menghasilkan beberapa foto diri Naruto yang dipublikasikan dalam buku berjudul “Wildlife Personalities”.
 
Uniknya atau lebih tepat konyolnya, September 2015, sebuah organisasi pemerhati hak-hak hewan bernama People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) terhadap David Slater di San Fransisco, California, AS. PETA berargumen Naruto lah sang pemilik hak cipta dari foto-foto selfie tersebut, bukan si fotografer.
 
“Gugatan ini jelas sangat mengejutkan, saya marah sekaligus kaget,” ujar David Slatter di akun Facebook pribadinya merespon gugatan yang dilayangkan PETA.
 
2.
Seseorang yang merampok bank tentunya berharap mendapatkan duit berlebih. Tetapi, apa jadinya, jika di tengah aksinya merampok, si perampok justru tertembak dan kemudian ditangkap oleh polisi. Kejadian apes itulah yang dialami oleh Todd Kirkpartrick.
 
Meskipun gagal merampok, Todd tetap ingin mendapatkan uang. Caranya dengan yang menembaknya. Todd tertembak dua kali ketika melarikan diri dari kejaran Dan Scott, seorang deputy sheriff Snohomish County. Dalam gugatan, Todd yang kini menjadi tahanan di Clallam Bay Corrections Center menuntut ganti rugi AS$6,3 juta.
 
3.
Kisah gugatan ini berawal ketika Jennifer Connell menghadiri pesta ulang tahun ke-8 tahun sang keponakan, Sean Tarala. Begitu Jennifer tiba, Sean tampak antusias. Dia spontan melompat untuk memeluk si bibi seraya berucap “Bibi Jen, aku sayang kamu!”. Naas, Jennifer terjatuh hingga menciderai pergelangan tangan.
 
Empat tahun setelah kejadian, sekira Oktober 2015, Jennifer . Dengan dalih merugi karena harus mengeluarkan biaya pengobatan, Jennifer menuntut ganti rugi sebesar AS$127 ribu dari keponakan yang kini berusia 12 tahun itu.
 
Jennifer berargumen dirinya cidera karena tindakan ceroboh Sean. Seharusnya, lanjut dia, Sean paham bahwa pelukan dengan cara memaksa itu dapat membahayakan orang yang dipeluk. Beruntung, pengadilan mementahkan gugatan Jennifer, dan Sean yang masih ABG itu tidak perlu membayar ribuan dollar.
 
4.
Seorang mahasiswi lantaran gagal lulus ujian sebanyak dua kali. Jennifer Burbella, mahasiswi Misericordia University, Pennsylvania, jurusan keperawatan menjadikan Christina Tompkins, sang dosen bergelar profesor sebagai kambing hitam di balik kegagalan dirinya lulus ujian.
 
Dalam gugatan, Jennifer mengaku cemas dan depresi ketika menjalani ujian sehingga gagal lulus. Jennifer menyalahkan si dosen yang dinilai tidak cukup membantu dirinya untuk lulus ujian.
 
Setelah gagal ujian yang pertama, Jennifer sebenarnya sempat meminta ruang ujian yang minim gangguan, tambahan waktu, dan kesempatan bertanya ke dosen. Namun, tetap saja Jennifer tidak lulus. Dalam gugatan, Jennifer menuntut ganti rugi AS$75 ribu.
 
5.
Dua puluh enam Maret 2015, daerah East Village, New York dikagetkan dengan sebuah ledakan besar akibat kebocoran gas. Insiden ledakan menyebabkan dua orang meninggal, dan 22 orang terluka.
 
Di tengah momen duka itu, dua wanita muda bernama Lucie Bauermeister (23 tahun) dan Anna Ramatowska (26 tahun) di Bronx Supreme Court. Lucie dan Anna mengklaim telah mengalami cidera fisik dan jiwa gara-gara ledakan tersebut. Keduanya menuntut ganti rugi AS$40 juta.
 
Lucunya, Lucie dan Anna sebenarnya bukan korban yang terkena dampak langsung dari insiden ledakan. Warga lokal, Jeremiah Moss meyakini Lucie dan Anna bukan korban ledakan.
 
Lucie dan Anna mengaku tinggal beberapa blok dari lokasi kejadian. Anna mengklaim mengalami luka berupa 5-6 goresan, sedangkan Lucie mengklaim dirinya terguncang sehingga harus menemui psikiater dengan biaya AS$175 per jam.
 
Gugatan Lucie dan Anna dikecam warga setempat yang mencurigai dua wanita muda itu hanya berniat mencari uang. Warga ingin mengusir Lucie dan Anna yang disebut tidak memiliki perasaan itu dari lingkungan East Village.
 
6.
Hidup di balik jeruji besi tidak menyurutkan antusiasme Terry Hendrix untuk mendukung klub football (sepakbola khas AS, RED) kesayangannya, Dallas Cowboys. Saking sayangnya, otoritas football, National Football League (NFL), karena dianggap menyebabkan Dallas Cowboys kalah dari Green Bay Packers.
 
Terry merasa klub kesayangannya kalah karena dicurangi. Spesifik, Terry menyalahkan Wakil Presiden NFL Dean Blandino, wasit Gene Steratore and Komisioner Roger Goodell sebagai pihak yang bertanggung jawab. Terry menuntut ganti rugi sekitar AS$88 juta. Angka 88 dari nilai ganti rugi diambil Terry dari nomor punggung pemain Dallas Cowboys.
 
7.
Kurir perusahaan jasa logistik biasanya menaruh paket yang diantar di depan pintu rumah yang dituju. Gara-gara ini, sekira Agustus 2015, perusahaan jasa logistik ternama, oleh Beverly Sands. Wanita asal Florida, AS mengklaim terjatuh tersandung paket yang diletakkan oleh kurir FedEx. Dengan dalih untuk mengganti rasa sakit dan malu yang dirasakan gara-gara terjatuh, Beverly menuntut ganti rugi.
 
8.
Warung kopi ternama Starbucks tersandung masalah hukum gara-gara secangkir kopi panas. Letnan Matt Kohr, seorang perwira polisi asal North Carolina, lantaran menerima kopi yang sangat panas dari pramusaji. Begitu menerima kopi pesanannya, Matt langsung menumpahkannya ke pahanya sendiri.
 
Dalam insiden yang terjadi tahun 2012, Matt mengklaim kopi tumpah ketika penutup gelasnya terlepas. Akibat tumpahan itu, Matt mengaku mengalami luka bakar level tiga. Makanya, walaupun setelah kejadian langsung diganti segelas kopi baru, Matt tetap menuntut ganti rugi sebesar AS$750 ribu.
 
Apes, Mei 2015 lalu, gugatan Matt kandas berdasarkan keputusan juri pengadilan.
 
9.
Lambert’s Cafe adalah sebuah restoran di Missouri, AS yang terkenal berkat cara unik menyajikan makanannya kepada pelanggan. Dijuluki “Home of the Throwed Roll”, Lambert’s Cafe menyajikan kue gulung andalannya dengan cara melempar ke pelanggan yang memesan.
 
Cara penyajian unik itu ternyata bisa berujung masalah hukum. Seorang wanita bernama Troy Tucker dengan nilai ganti kerugian AS$25 ribu. Troy yang merupakan seorang pendeta mengaku terkena ‘kue gulung melayang’ yang dilemparkan seorang pramusaji Labert’s Cafe. Troy mengaku mengalami cidera di mata.
 
10.
Mirip seperti kasus kopi panas Starbucks, resto cepat saji seorang pelanggan bernama Selena Edwards. Wanita berusia 38 tahun asal Victorville itu mengklaim mengalami luka bakar di tangan kanan karena terkena tumpahan kopi panas McDonalds.
 
Apesnya, Selena kini justru terancam pidana karena ketahuan memalsukan bukti foto dan dokumen medis yang ternyata diambil dari internet.
 
Demikian 10 gugatan terkonyol yang terjadi di AS sepanjang tahun 2015. Dari daftar 10 gugatan itu, manakah yang menurut Anda sebagai gugatan terkonyol?
 
http://www.facesoflawsuitabuse.org10 gugatan terkonyol

Gugatan Selfie Monyet


macaque



mengajukan gugatan



Tertembak, Perampok Bank Gugat Polisi


menggugat polisi

Bibi Gugat Keponakan Karena Pelukan


menggugat Sean



Gagal Lulus, Mahasiswi Gugat Dosen
menggugat dosen





Bukan Korban Ledakan, Tetapi Menggugat


melayangkan gugatan







Klub Kesayangan Kalah, Napi Gugat NFL
Terry nekat menggugat



Gugat FedEx Karena Kesandung Paket
FedEx digugat

Kopi Panas Tumpah, Starbucks Digugat
menggugat Starbucks





Gugatan Kue Melayang


menggugat Lambert’s Cafe

Gugatan Kopi McD
McDonalds digugat




Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua