Senin, 29 February 2016

5 Kiat Bagi Sarjana Hukum Capai Puncak Karier Perbankan

Mulai dari memperkuat kemampuan hukum ekonomi, hingga memperluas jaringan relasi.
KAR
Acara Lingkar Inspirasi Kekerabatan dan Edukasi Iluni FHUI di Jakarta, Jumat (26/2). Foto: RES


 
Sektor perbankan turut membuka peluang bagi seorang sarjana hukum untuk mencapai puncak karier. Sebab, hukum sangat dekat hubungannya dengan kegiatan yang dilakukan perbankan sebagai motor ekonomi. Namun, tentu diperlukan usaha yang tidak main-main untuk bisa meraih posisi top.

 

Para sarjana hukum yang berhasil meraih sukses di dunia perbankan membagi rahasia sukses mereka dalam acara Lingkar Inspirasi Kekerabatan dan Edukasi Iluni FHUI di Jakarta, Jumat (26/2). Berikut rahasia sukses yang berhasil dirangkum hukumonline dari Dewan Komisioner OJK Kusumaningtuti Sandriharmy, Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Dwityapoetra Soeyasa Besar, Direktur Kepatuhan HSBC Rita Mirasari, dan Direktur Kepatuhan dan Sekretaris Perusahaan BPTN Anika Fasial.

 

1. Perkuat kemampuan hukum ekonomi dan perusahaan

Modal utama seorang sarjana hukum memang kemampuan di bidang hukum. Namun, sehubungan aktivitas di dunia perbankan berkaitan dengan teknis ekonomi, sebaiknya memang ada pengayaan dari sisi ekonomi. Tidak perlu mahir memahami setiap teknis secara detail. Akan tetapi, setidaknya mengerti secara mendalam sehingga bisa menyingkronkan dengan peraturan dan ketentuan hukum.

 

“Sebenarnya kemampuan ini juga bisa didapatkan ketika memulai karier di sektor perbankan. Sepengalaman saya, di Bank Indonesia ada training mengenai teknis ekonomi dan perbankan. Selain itu, di bank swasta atau BUMN pun ada program management training yang membuka peluang untuk mengasah kemampuan ekonomi kita,” ujar Kusumaningtuti Sandriharmy.

 

2. Memahami filosofi perusahaan

Setiap perusahaan pasti memiliki tujuan dan prinsip yang berbeda satu sama lain. Memahami hal itu merupakan pintu masuk untuk mengerti produk-produk maupun aktivitas bank tersebut. Hal inilah kunci untuk menguasai pekerjaan yang dibebankan agar sesuai dengan ekspektasi perusahaan.

 

“Ketika kita mengerjakan pekerjaan pun harus ada yang digali lebih dalam. Misalnya, ketika membuat kontrak kredit jangan hanya mengerjakan template kontrak saja. Tetapi dari situ kita bisa belajar bagaimana membuat produk seperti kredit itu,” ujar Rita Mirasari.

 

3. Miliki kemampuan melayani

Posisi sarjana hukum di sektor perbankan biasanya berkaitan dengan konsultasi dan analisis. Untuk bisa menjadi profesional yang disegani dan disenangi, perlu ada kemampuan khusus yang dimiliki. Menurut bahasa Anika Faisal, kemampuan itu adalah servant leadership.

 

“Menurut saya, untuk bisa mencapai puncak karier kita harus bisa melayani dari hati. Sehingga, mengerjakan segala sesuatu dengan hati dan mengusahakan yang terbaik dari kemampuan yang dimiliki,” tambah Anika.

 

4. Berpikiran terbuka

Kendati ada beberapa pos profesi yang spesifik terbuka bagi sarjana hukum, nyatanya sektor perbankan menawarkan peluang karier di luar bidang hukum. Oleh karena itu, untuk bisa mencapai puncak karier perbankan, seorang sarjana hukum harus mempunyai pikiran terbuka. Artinya, tidak hanya terkungkung untuk mengerjakan pekerjaan yang berkaitan dengan hukum saja. Akan tetapi, ada pula kemauan untuk mempelajar bidang lain sekalipun tak berkaitan dengan hukum.

 

Kusumaningtuti Sandriharmy mengaku, di awal kariernya ia sempat menjadi seorang pemeriksa kredit. Bahkan, dari perjalanannya berkarier, hampir 30% pengalaman yang ia dapatkan justru ditempat di pos lain yang tidak berkaitan dengan hukum. Sementara itu, Dwityapoetra Soeyasa Besar mengatakan dirinya lebih banyak berkiprah di dunia teknis perbankan. Sehingga, ketika ada kesempatan melanjutkan studi ke Amerika ia memilih memperdalam pengetahuan mengenai keuangan.

 

5. Perkuat relasi

Salah satu faktor penting untuk mencapai sukses karier adalah jaringan relasi yang kuat. Menurut Dwityapoetra Soeyasa Besar, jaringan itu bisa didapatkan melalui organisasi. Selain itu, menurut Kusumaningtuti Sandriharmy ada satu kunci yang bisa memperluas relasi. Ia mengatakan, jangan pernah takut untuk berbagi informasi.

 

“Bedanya saya dengan rekan-rekan lain, saya tidak pernah pelit untuk berbagi informasi. Kalau ada yang tanya, selalu saya jawab. Kalaupun saya tidak bisa, selalu saya upayakan untuk mencarikan jawaban. Sehingga, orang-orang kalau butuh sesuatu ingat saya,” pungkasnya.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua