Sabtu, 23 April 2016

Abdul Syukur Hasan Di Mata Kolega

Organisatoris, sederhana tapi juga memiliki kualitas serta kemampuan dan karakter kuat dalam memimpin INI ke depan.
Tim Advertorial

Sebagai salah satu Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (PP INI), dinilai sebagai sosok yang menyenangkan. Selalu humoris dalam berkawan, membuat pria kelahiran Tuban 53 tahun silam ini menjadi panutan oleh rekan-rekannya. Keinginan Syukur untuk maju memimpin INI tiga tahun mendatang, disambut baik oleh koleganya sesama notaris.
 
Betapa tidak, Syukur yang selama ini dikenal sebagai organisatoris sejati, diharapkan dapat memimpin INI dengan baik selama tiga tahun ke depan. Kesederhanaan, kualitas dan kemampuan profesi yang mumpuni, hingga kesetiaannya yang ditunjukkan kepada organisasi dan keluarga merupakan sosok yang terlihat pada diri Syukur.
 
Pandangan tersebut banyak diutarakan kolega Syukur sesama notaris. Mayoritas yang mengenal Syukur melihat suami dari Indrajati Tandjung itu memang memiliki kharisma tersendiri dalam berorganisasi. Berikut sejumlah pandangan para kolega terhadap Syukur baik terkait keorganisasian hingga kualitasnya sebagai seorang notaris sehingga pantas memimpin INI tiga tahun mendatang.
 


 


 


 


 


 



 

Yuli Andriyani SH (Notaris Surabaya)

“Alasan kita untuk berSyukur adalah karena setiap ketetapan Allah SWT untuk kita senantiasa baik dan indah. Alasan untuk memilih BerSyukur karena merupakan pilihan yang terbaik dan kepemimpinan Pak Syukur akan membawa INI menjadi lebih baik.”

 

Dendy Subangil SH, MKN (Notaris Tangerang)

“Sudah pasti Pak Abdul Syukur Hasan memiliki pengalaman panjang dan kemampuan yang tak diragukan lagi dalam berorganisasi, sudah pasti orang yang tepat.”

 

Fessy Alwi (Notaris)

“Kenapa saya mendukung Pak Abdul Syukur Hasan, karena saya ingin memilih terbaik di antara yang baik-baik para calon yang lainnya. Beliau adalah figur yang low profile, lalu malang melintang di organisasi Ikatan Notaris Indonesia (INI), karena itu saya percaya dengan pengalamannya dan sosoknya yang sangat membumi dia akan bisa membawa INI lebih baik. Sebagai notaris baru, saya ingin INI lebih transparan, lebih pembaharuan, meneruskan sesuatu yang baik tapi juga memperbaiki di organisasi tersebut untuk kepentingan anggotanya.”

 

Bagi Syukur, memimpin sebuah organisasi bukanlah perkara mudah. Salah satu hal yang patut dikedepankan oleh pemimpin adalah memiliki jiwa yang amanah. Ia percaya, hal tersebut dapat berdampak baik bagi diri sendiri hingga ke organisasi. Seorang pemimpin juga seharusnya merupakan sosok yang mudah menyumbangkan pemikirannya demi kemajuan organisasi. Sejalan dengan itu, konsistensi harus tetap ditunjukkan agar bisa tertular ke rekan-rekan sesama organisasinya.

 

“Pemimpin INI yang penting adalah kaya spirit, kaya ide, kaya motivasi dan kaya perjuangan,” tutup Syukur. Tim Advertorial
Abdul Syukur Hasan





Tien Norman Lubis SH (Ketua Umum INI periode 2003-2006 dan 2006-2009)
“Syukur sudah teruji dalam hal ini aktif dari sejak di Pengwil Banten, kemudian pengurus pusat, sudah belasan tahun beliau berkiprah di organisasi, sehingga tidak salah, kalau kita semua memilih Abdul Syukur, karena sudah teruji mengenai kapasitas, kualitas dari rekan Syukur tersebut. Saya mengajak teman-teman semua agar merapatkan barisan demi untuk INI dan memilih Abdul Syukur Hasan.”

Adrian Djuaini SH (Ketua Umum INI Periode 2009-2012 dan 2013-2016)
“Saya mengenal beliau lama sekali baik di luar maupun di dalam organisasi. Kaitan dengan INI adalah organisasi, yang saya ketahui beliau memiliki pemikiran yang bagus, dan beliau mempunyai prinsip yang bagus bagi seorang pemimpin. Kita butuh ke depan pemimpin yang kuat, artinya, pertama, mempunyai wawasan yang bagus, luas, memahami organisasi, menjalankan organisasi dengan baik, karena kalau kita tidak memiliki karakter-karakter seperti menjadi seorang pemimpin, organisasi seperti INI itu akan terombang-ambing. Ke depan ini banyak sekali tantangan-tantangan, baik internal maupun eksternal, tapi justru yang terberat itu adalah tantangan dari internal sendiri. Itu tantangan ke depan dari ketua umum yang baru.”

Amriyati Amin SH, MH (Notaris Senior di Jakarta Selatan/Ketua Pelatihan PP INI 2013-2016)
“Saya tahu banget komitmen beliau itu kalau untuk organisasi itu benar-benar total, secara kemampuan dia sangat mumpuni, secara ilmu juga mumpuni, jadi pilihan tepat untuk memimpin INI ke depannya.”

Abdul Wahab (Notaris Kabupaten Bekasi)
“Kenapa saya memilih Bang Syukur. Pertama, kita harus banyak-banyak bersyukur kepada Tuhan yang maha kuasa dan juga kita harus menggolkan Bang Syukur. Karena Bang Syukur ini cukup lama berkecimpung di PP INI apalagi bidang keorganisasian, beliau salah satu tim pembuat draf UU Jabatan Notaris dan Kode Etik, sehingga beliau akan komit terhadap perjalanan organisasi INI ke depan yang penuh tantangan zaman dan tantangan perekonomian sehingga beliau akan mengangkat harkat dan martabat profesi notaris.”

Alferi SH (Notaris Pekanbaru)
“Abdul Syukur Hasan merupakan figur yang cocok buat kami untuk bisa mengayomi sampai ke daerah, pengalaman beliau, kesabaran beliau, bentuk pengabdian beliau sudah kita pahami. Untuk itu kami mendukung Abdul Syukur Hasan.”

Harsono SH (Notaris Kabupaten Tangerang)
“Kenapa saya memilih Pak Abdul Syukur Hasan, selaku bakal calon Ketua Umum INI, karena beliau dari sisi pengalaman organisasi, dari sisi kemampuan, dari sisi karakter dan bakat yang dimiliki mempunyai potensi yang besar untuk memimpin INI tiga tahun ke depan, kebetulan beliau juga dari wilayah Banten, sehingga potensi wilayah Banten harus kita dukung kepimpinan INI tiga tahun mendatang.”
Halaman Selanjutnya
Halaman
[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua