Senin, 25 April 2016

4 Langkah Jitu Sarjana Hukum Sukses di Sektor Migas

Fokus, multidisipliner, ambisius, dan luwes.
KARTINI LARAS MAKMUR
Chief Legal Counsel & Compliance PT Pertamina (Persero). Genades Panjaitan. Foto: RES


 
Industri minyak dan gas (migas) merupakan salah satu sektor penting yang mendukung roda perekonomian. Karenanya, tak heran banyak orang menilai bahwa meniti karier di sektor migas merupakan suatu prestise. Ternyata, peluang karier di industri ini tak hanya terbuka bagi para insinyur saja.



Nyatanya, Genades Panjaitan yang merupakan sarjana hukum berhasil meraih puncak karir di sektor ini. Di ruang kerjanya yang nyaman pada Kamis (14/4), Chief Legal Counsel & Compliance PT Pertamina (Persero) ini berbagi cara jitu untuk para sarjana hukum meraih sukses di sektor migas.



1. Fokus

“Fokus dengan apa yang mau kita geluti,” kata Genades. Menurutnya, kunci utama meraih kesuksesan karir adalah fokus. Ia mengingatkan, sejak awal seharusnya setiap sarjana mengetahui apa yang akan digelutinya.



Ia mencontohkan, setelah bekerja selama empat tahun di PT Caltex Pacific Indonesia Genades melanjutkan studinya. Ia memperdalam pengetahuan terkait dengan oil pollution di UC Berkeley School of Law. Topik tersebut berbeda dengan minatnya pada waktu menulis skripsi. Hanya saja, karena sudah berkecimpung di dunia migas Genades tertantang untuk mengetahui persoalan di sektor itu lebih jauh lagi.



“Banyak kasus di Caltex soal itu. Mulai peringatan dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal), sampai gugatan dari masyarakat. Lalu, saya lihat peraturan hukum kita waktu itu masih belum begitu lengkap. Jadi saya ingin tahu lebih jauh. Makanya saya ambil topik itu tesisnya,” ujarnya. 



2. Multidisipliner

Bagi Genades, penguasaan ilmu hukum harus ditopang dengan pemahaman terhadap ilmu lain jika ingin sukses meniti karir di sektor migas. Ia tak memungkiri, dirinya juga dituntut memahami hal-hal teknis berkaitan dengan industri migas. Kendati demikian, sebagai seorang lawyer perusahaan, tak perlu menguasai hingga mendetil.



Lebih lanjut Genades mengingatkan, pengacara perusahaan bukanlah jaksa atau yang pendapatnya normatif. Bukan pula dosen yang cukup memahami seluk-beluk persoalan hukumnya saja. Genades mengatakan, sarjana hukum yang berkarir di industri migas merupakan business lawyer.



Dengan demikian, peran yang dimainkan harus membantu perushaan untuk mencapai tujuan bisnisnya. Sehingga, dalam memberikan solusi atas masalah-masalah hukum yang dihadapi perusahaan juga memberikan pilihan-pilihan yang baik. Tujuannya, agar perusahaan terbantu tidak hanya menaati hukum tetapi sekaligus juga mencapai tujuan bisnisnya.



“Saya tekankan, kita ini bukan pengamat yang bisa komentar sesuka hati. Kita harus memahami tujuan bisnis perusahaan itu apa. Nah, kalau saya tidak mengerti hal-hal teknis bagaimana saya memberikan advice yang tepat. Misalnya, soal kilang. Saya harus paham mengenai bisnis kilang supaya bisa memberikan masukan terkait dengan kilang,” paparnya.



3. Ambisius

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia daring, ambisius artinya berkeinginan keras mencapai harapan atau cita-cita. Menurut Genades, untuk mencapai sukses salah satu kunci pentingnya adalah tidak mudah menyerah dan berpuas diri. Ia mengisahkan, saat mendapat kesempatan beasiswa dari tempatnya bekerja untuk melanjutkan studi ke luar negeri, ia bertekad untuk mendapat universitas yang lebih baik dari pendahulunya. Sebab, dirinya yakin hal ini akan membawa dampak baik bagi karirnya.



“Sebelumnya, pendulu saya itu ke Southern University di Dallas. Saya pikir kenapa tidak mencoba untuk dapat yang lebih baik. Saya pun apply ke Berkeley dan diterima,” ujarnya.



4. Luwes

Dari pengalamannya bekerja di perusahaan asing dan perusahaan nasional, Genades berkesimpulan bahwa sikap luwes diperlukan untuk meraih sukses. Ia meyakini, setiap perusahaan memiliki budaya kerja yang berbeda. Oleh karenanya, di perusahaan manapun seseorang berkarir maka harus mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja.



Genades mengatakan, keluwesan sikap bisa menjadi penentu kesuksesan. Ia menilai, orang yang tidak mampu mengelola resistensi akan dinilai sebagai orang yang gagal. Sehingga, ia menggarisbawahi pentingnya kemampuan untuk beradaptasi.



“Pembaharuan tanpa resistensi bukan berarti tidak ada perubahan. Jangan sampai ada penilaian bahwa gara-gara kita ada disana, terjadi keributan segala macam. Sehingga dianggap gagal atau tidak berhasil,” katanya.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua