Jumat, 13 May 2016

PERADI FC Pasang Target Semifinal di Mundi Avocat

Target realistisnya adalah lolos babak kedua.
RED
PERADI FC di Bandara Soekarno-Hatta sebelum berangkat menuju Spanyol untuk mengikuti Mundi Avocat 2016, Kamis (12/5). Foto: RIA

Tampil perdana di ajang bergengsi level internasional seperti tidak menyurutkan ‘nyali’ PERADI FC untuk memasang target tinggi. Tidak tanggung-tanggung, PERADI FC menargetkan lolos hingga babak semifinal dalam perhelatan yang akan digelar di La Manga Club, Murcia, Spanyol.
 
“Kami pasang target lolos semifinal,” sebut Pendiri sekaligus pemain depan PERADI FC, , kepada Hukumonline, Rabu (11/5).
 
Meskipun memasang target tinggi hingga semifinal, namun James mengakui bahwa targe realistis PERADI FC adalah lolos ke babak kedua. Jika target realistis ini terpenuhi, James optimis PERADI FC bisa melangkah ke babak delapan besar.  
 
“Babak kedua tinggal 16 tim (dari total 32 tim, RED) dan kalo bisa lolos di sistem gugur di 16 besar, sudah bagus alias masuk delapan besar,” papar James.
 
Keyakinan James didasarkan pada kiprah PERADI FC di ajang Piala Asia di Thailand, setahun silam. Kala itu, PERADI FC berhasil menduduki dari total 12 tim. Padahal, seperti halnya Mundi Avocat, PERADI FC baru pertama kali berpartisipasi dalam Piala Asia.
 
Untuk diketahui, dalam Mundi Avocat edisi ke-18 ini terdapat empat kategori turnamen. Pertama, yakni turnamen tanpa batasan umur dengan jumlah pemain 11 orang berdurasi 2 x 35 menit. Kedua, yakni turnamen dengan batasan umur 35 tahun ke atas dengan jumlah pemain 11 orang berdurasi 2 x 30 menit.
 
Ketiga, yakni turnamen dengan batasan umur 45 tahun ke atas dengan jumlah pemain 11 orang berdurasi 2 x 30 menit. Keempat, yakni turnamen tanpa batasan umur dengan jumlah pemain 5 orang berdurasi 2 x 20 menit dan 2 x 30 menit.
 
Awalnya, kata Kapten PERADI FC Misbach Gasma, PERADI FC sebenarnya berniat ingin mengikuti kategori Master. Namun, niat itu berubah setelah melihat potensi pemain. Menurut Misbach, secara umum potensi pemain PERADI FC usia 35 tahun ke atas justru kurang. Sebaliknya, beberapa pemain muda yang baru bergabung justru menunjukkan kualitas yang mumpuni.
 
“Ada beberapa teman yang di bawah 35 tahun malah bagus-bagus mainnya. Makanya, kita memutuskan ambil yang kategori Classic,” ujar Misbach saat berkunjung ke kantor Hukumonline, beberapa waktu lalu.
 
Memiliki materi pemain baru yang cukup mumpuni, namun PERADI FC bukannya nihil kendala. Dikatakan Misbach, salah satu kendala itu adalah sulitnya menyatukan para pemain PERADI FC yang pada dasarnya memiliki kesibukan masing-masing terkait pekerjaan.
 
“Kita coba mencari tempat latihan yang kira-kira memungkinkan bisa datang semuanya. Itu juga masih susah, kita latihan selalu malam sehingga memungkinkan untuk datang,” tutur Misbach.
Mundi Avocat 2016

Jamaslin James Purba





peringkat 8

Mundiavocat Classic Mundiavocat Master

Mundiavocat Legend Mundiavocat Five







Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua