Sabtu, 14 Mei 2016

Satu Grup dengan Turki, PERADI FC Optimis Bisa Lolos

“Mereka memang berasal dari negara yang memiliki kultur sepakbola yang kuat. Tapi, ini kan advokat. Semua (kemampuannya) sama!”
ALI
Kapten PERADI FC Misbach Gasma (kiri) dalam acara pengundian grup Mundi Avocat 2016 di Spanyol. Foto: ALI

Undian Piala Dunia advokat (Mudi Avocat) yang digelar di Cartagena, Spanyol, Kamis malam (13/5), menempatkan Perhimpunan Advokat Indonesia Football Club (PERADI FC) satu grup dengan tim asal Turki, Meksiko dan Aljazair, tetapi itu tak menggentarkan pelatih dan kapten tim PERADI FC.
 
“Kalau menurut aku, ini kan namanya pertandingan tingkat dunia. Pengalaman pertama. Aku yakin anak-anak berani dan punya keyakinan bisa. Apalagi persiapan kami cukup matang, selama tiga bulan,” ujar Pelatih Tim PERADI FC, ketika ditemui usai acara drawing di Cartagena, Spanyol.
 
Berdasarkan hasil undian, PERADI FC berada di Grup A kategori classic (untuk segala umur) Piala Dunia Advokat. PERADI FC berada satu grup dengan Istanbul Bar Football Team (Turki), Mexico Torreon (Meksiko) dan ASAA (Aljazair). Tim yang ikut dalam turnamen kategori classic ini berjumlah 29 peserta.
 
Aji – sapaan akrabnya - mengaku memang belum bisa melihat kemampuan para calon lawannya. Namun, ia yakin bahwa bila yang bermain adalah murni advokat semua, maka tak ada yang perlu dikhawatirkan. Pasalnya, ia menilai para advokat tentu memiliki kemampuan sepakbola yang tak jauh berbeda.
 
“Kami masih meraba-raba. Belum tahu. Mereka memang berasal dari negara sepakbola yang maju. Tapi harapan saya pemain bisa siap. Target lolos ke babak berikutnya sudah bagus,” ujarnya ketika ditemui usai drawing.
 
Lebih lanjut, Aji menuturkan bahwa formasi yang mungkin digunakan adalah formasi 4-3-3 yang sudah sering digunakan oleh tim PERADI FC. Namun, formasi ini akan digunakan dengan penyesuaian-penyesuaian di lapangan. “Kita lihat dulu di awal, 15 menit pertama. Pemain jangan terlalu cepat-cepat,” ujarnya.
 
Aji berharap pemainnya bisa bertahan terlebih dahulu di awal, dan merancang serangan balik, sambil membaca permainan lawan. “Di 15 menit pertama, pemain harus bertanggung jawab dulu pada posisinya masing-masing,” tambahnya.
 
Kapten Tim PERADI FC berpandangan tak ada yang perlu ditakuti dari calon lawan PERADI FC ini. “Mereka memang berasal dari negara yang memiliki kultur sepakbola yang kuat. Tapi, ini kan advokat. Semua (kemampuannya) sama!” tegas Misbach.
 
Lebih lanjut, Misbach berharap bila rekan-rekannya bisa mengatasi demam panggung di pertandingan awal. Bila ini bisa diatasi, maka pertandingan bisa berjalan dengan lancar. “Saya optimis (PERADI FC bisa lolos ke babak berikutnya,-red) kalau teman-teman bermain seperti saat uji coba di Jakarta, apalagi kita sekarang sudah punya pemain tambahan dan pelatih profesional,” tukasnya.
 
Lebih lanjut, Misbach juga menyoroti cuaca yang tak berbeda jauh dengan Jakarta. Ia menilai cuaca tidak akan menjadi kendala berarti. “Kalau kita lihat cuacanya 20 derajat (celcius,-red), seperti di Puncak (Jawa Barat,-red). Saya optimis teman-teman bisa mengatasinya. Kita hanya perlu antisipasi kalau main malam karena mungkin cuaca akan lebih dingin,” pungkasnya.
 
































































Grup A

Grup B

Grup C

Grup D

Istanbul Bar Football Team (Turki)

ASDAP Palermo (Italia)

A.S.D Palermo Forense 2014 (Italia)

ASA Bucaresti (Rumania)

Mexico Torreon (Meksiko)

Maple Leaf FC (Kanada)

OAS Para (Brazil)

Rio De Janeiro Advogados (Brazil)

PERADI FC (Indonesia)

Tianjin Bar Association Unit (Tiongkok)

Lawyers Council of Thailand

Dacheng Shanghai (Tiongkok)

ASAA  (Aljazair)

Barreau de Paris (Perancis)

Barreau de Marseille (Perancis)

Les Lions de Volubilis

Grup E

Grup F

Grup G

Grup H

Golde Horn (Turki)

Dacia Felix (Rumania)

Ankara (Turki)

Bosphorus (Turki)

Feras da Babilonia (Brazil)

Lomas de Zamora (Argentina)

Trinidad and Tobago Lawyer

Tokyo (Jepang)

Japan United

Korea

Barraeu de Boumerdes (Aljazair)

ASA Avocat Sportifs D’Alger (Aljazair)

Avocat Blida Foot

 

 

 

 
Sebagai informasi, Mudi Avocat ini terdiri dari empat kategori, yakni Classic (11 pemain dengan tidak ada batasan umur), Master (11 pemain dengan umur di atas 35 tahun), Legend (11 pemain dengan umur di atas 45 tahun) dan Five (lima pemain dengan tidak ada batasan umur, dimana advokat magang juga boleh ikut serta dengan batasa maksimal 2 advokat magang per tim).
 
Di ajang ini, PERADI FC hanya mengikuti kategori classic. Juara bertahan di kategori classic adalah Bosphorus (Turki) yang meraih gelar juara ketika Mundi Avocat digelar di Hungaria pada 2014 lalu. 


Aji Ridwan Mas



Coach



Coach

Coach

Misbach Gasma





Grup-Grup Mundi Avocat (Piala Dunia Advokat 2016) kategori classic


Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua