Minggu, 15 Mei 2016

PERADI FC Pamerkan Ulos Batak di Parade Mundi Avocat

Masing-masing partisipan menunjukkan ciri khas negara atau daerahnya masing-masing.
ALI
Maddenleo Siagian memegang kain Ulos Batak saat parade Mundi Avocat 2016 di Spanyol. Foto: ALI

Perhelatan atau Piala Dunia Sepakbola Advokat dibuka dengan parade seluruh peserta dari 40 negara di kompleks olahraga La Manga, Spanyol. Para pemain, official, hingga suporter masing-masing tim tumpah ruah bercampur aduk menjadi satu. Mereka pun tak ketinggalan melantunkan yel-yel dan menunjukan keistimewaan negara maupun daerah asal mereka.
 
Misalnya, penyerang tim sepakbola Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI FC) yang dengan bangga memamerkan ulos batak yang khusus dibawanya dari Indonesia.Sementara di sudut lain, ada advokat asal Senegal yang memainkan alat musik (gendang) khas Afrika. 
 
Madden sempat menuturkan bahwa memang sudah berniat untuk menampilkan ulos batak di kancah Piala Dunia Advokat sejak berangkat dari Indonesia. “Saya tahu nanti sudah ada yang bawa bendera Indonesia, makanya saya bawa ulos batak supaya berbeda,” ujarnya kepada sebelum parade dimulai di La Manga, Spanyol, Jumat (14/5).
 
Ulos batak ini memang tak pernah ketinggalan sepanjang andalan PERADI FC di lini depan ini tiba di Spanyol. Ketika tiba di Madrid, dengan tim advance PERADI FC, misalnya, Madden tak mau ketinggalan membawa ulos kesayangannya ketika datang ke stadion Santiago Bernabeu dan Vincente Calderon. Ia pun masih sempat berfoto ria bersama rekannya, .
 
Pun, ulos batak ini pun jadi favorit para pemain dan official tim PERADI FC yang lain. Apalagi, mayoritas dari mereka memang memiliki “marga batak” di belakang namanya.
 
“Ayo foto-foto dengan Ulos, tapi jangan ada yang berdiri di depan (menutupi,-red) ulos ya,” ujar , salah seorang official wanita yang juga aktif mengajak peserta dari negara lain untuk berfoto bersama.
 
Selain itu, ada juga pemain PERADI FC yang mengenakan iket kepala sunda ketika parade Piala Dunia Advokat ini berlangsung, tetapi tentu saja bendera Indonesia dan Peradi tidak ketinggalan untuk dibentangkan.
 
Di sudut lain, para peserta dari negara-negara Afrika tak mau kalah. Misalnya, para advokat dari Senegal yang aktif memainkan alat musik, gendang khas Afrika. Mereka pun menari-nari yang kemudian diikuti oleh para peserta dari negara lain. Sedangkan advokat dari Thailand memilih membawa bingkai yang berisi foto raja mereka.
 
Sementara, tim advokat Meksiko yang akan menjadi lawan PERADI FC di grup A kategori classic juga punya ide berbeda. Sebagian dari pemain tampil menggunakan topeng. Aksi ini juga tak luput dari perhatian peserta lainnya untuk berfoto bersama-sama.
 
Ketika awal parade akan dimulai, foto-foto bersama secara bebas dan saling bertukar yel-yel memang kerap terdengar. Namun, ketika parade berlangsung para peserta berjalan dengan tertib menuju lapangan sepakbola La Manga.
 
Di kompleks lapangan sepakbola La Manga ini sudah menunggu Presiden Mundi Avocat . Selain itu, hadir pula para pejabat lokal di La Manga yang menyambut baik pagelaran Mundi Avocat ke-18 di daerahnya, apalagi pesertanya yang melebihi 2 ribu orang ini tentu saja bisa menghidupkan dunia pariwisata di La Manga yang terkenal dengan pantai-pantainya eksotik. 
Mundi Avocat 2016

Maddenleo Siagian

hukumonline

Ozhak Sihotang



Ernie Hutagalung









Vincent Pinatel

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua