Selasa, 17 May 2016

Mistar Gawang, Momok PERADI FC di Laga Pamungkas Grup A

Sepakan pemain PERADI FC tiga kali membentur mistar gawang.
ALI
Pemain PERADI FC dan Mexico Torreon berfoto bersama. Foto: ALI
Tim sepakbola Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI FC) kembali menelan kekalahan. Pada laga terakhir Grup A melawan Mexico Torreon, PERADI FC takluk dengan skor 5-0 di La Manga, Spanyol, Senin (16/5). 
 
Lima gol kemenangan Tim Lawyer Meksiko ini masing-masing dicetak oleh Villa Luis, Ochoa Diego, dan Villa Mancha Jorge (tiga gol). Dalam laga ini, wasit mengeluarkan dua kartu kuning kepada pemain Mexico Torreon, Morales Alan dan Gonzalez Carlos, dan satu kartu kuning untuk pemain PERADI FC Marco Silaen.
 
Berbeda dengan tampilan pada dua laga sebelumnya, PERADI FC tampil konsisten menekan pertahanan lawan dari menit pertama hingga akhir pertandingan. Sejumlah peluang matang tercipta, tetapi belum bisa dikonversi menjadi gol oleh para pemain PERADI FC.
 
Hukumonline mencatat setidaknya tiga kali sepakan pemain PERADI FC membentur mistar gawang. Percobaan pertama datang dari Marco Silaen yang melakukan shooting jarak jauh dengan keras. Sayang, tendangannya masih membentur mistar gawang.
 
Lalu, pada babak kedua, tendangan bebas pemain tengah Valentino Simanjuntak juga kembali membentur mistar. Terakhir, giliran bek sayap kanan PERADI FC Fajar Ramadhan Kartabrata yang tendatangannya masih menemui mistar gawang.
 
Kontras, para pemain Meksiko Torreon dengan peluang yang tidak terlalu banyak justru bisa memaksimalkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pemain belakang dan kiper PERADI FC.
 
Ditemui usai pertandingan, Misbach Gasma menilai walau kalah, pertandingan kali ini adalah pertandingan terbaik PERADI FC sepanjang turnamen Piala Dunia Advokat ini. Ia mengatakan anak-anak PERADI FC bisa mengimbangi permainan lawan dan menciptakan sejumlah peluang matang. Bahkan, menurutnya, persentase pengusaan bola lebih banyak di PERADI FC sekira 60 persen berbanding 40 persen.
 
“Wasit sendiri memanggil saya usai laga dan mengatakan bahwa permainan PERADI FC lebih bagus dan seharusnya layak untuk menang,” tukasnya.
 
Sayangnya, lanjut Misbach, penguasaan dan peluang itu belum bisa dimanfaatkan maksimal. Ia menuturkan faktor keberuntungan belum berpihak kepada PERADI FC. “Kami kurang beruntung. Tadi bisa dilihat sendiri kalau tiga tendangan pemain PERADI FC membentur mistar gawang,” ujarnya.
 
Misbach mengatakan permainan rekan-rekannya kali ini terlihat lebih menikmati permainan dan lebih semangat. Ia menilai strategi yang memasang empat gelandang cukup jitu untuk menguasai jalannya pertandingan. Sayangnya, para pemain masih lemah pada penyelesaian akhir dan tidak berpihaknya keberuntungan kepada PERADI FC. Namun, secara umum, Misbach mengaku puas dengan permainan kali ini.
 
Apalagi, sebelum laga, para pemain PERADI FC sempat secara spontan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, setelah melihat tim Meksiko menyanyikan lagu kebangsaannya. Sebagai informasi, dalam laga Mundi Avocat ini, memang tidak ada prosesi lagu kebangsaan. Misbach menilai yang dilakukan oleh para pemain justru sebagai reaksi spontan sekaligus membakar semangat di lapangan.
 
“Menyanyikan lagu kebangsaan itu sangat membakar semangat kami. Di lapangan kami lebih bersemangat setelah menyanyikan lagu tersebut,” ujarnya.
 
Bila pada laga sebelumnya kepemimpinan wasit dinilai buruk, Misbach menuturkan pada pertandingan kali ini wasit dan hakim garis sudah menjalankan perannya dengan baik. “Wasit dan hakim garisnya bagus sekali,” tuturnya. 
 
Berebut Peringkat 25
Dengan hasil ini, PERADI FC berada di urutan paling buncit dengan nilai kosong setelah mengalami tiga kekalahan dalam tiga pertandingan. Namun, meski begitu, PERADI FC masih berkesempatan untuk memperbaiki peringkatnya di Piala Dunia Advokat 2016 ini dalam laga memperebutkan peringkat 25 hingga 29 kategori classic.
 
PERADI FC kini berada satu grup dengan para tim yang berada di peringkat keempat masing-masing grup. Lawan-lawan PERADI FC berikutnya untuk memperebutkan peringkat ke-25 adalah Tianjin Bar Association Unit (Tiongkok), ASD Palermo Forense 2014 (Italia), Les Lions De Volubilis, dan Japan United.
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua