Minggu, 22 May 2016

PERADI FC Ditekuk Tim Advokat Jepang

Sempat memperoleh hadiah penalti, tetapi sayangnya pemain PERADI FC gagal mengeksekusi peluang emas tersebut.
ALI

Tim sepakbola Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI FC) menyerah dari tim Japan United asal Jepang dengan skor 0-5 dalam laga lanjutan Piala Dunia Advokat 2016 (Mundi Avocat) di La Manga, Spanyol, Jumat (20/5).
 
Japan United yang unggul dari segi stamina karena memiliki waktu istirahat lebih satu hari dari anak-anak PERADI FC terus menekan sejak awal laga. Sedangkan, anak-anak PERADI FC lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik dengan menempatkan satu striker di depan. Di menit-menit awal, strategi ini cukup berhasil.
 
Petaka bagi anak-anak PERADI FC terjadi di menit ke-10. Tendangan keras pemain Japan United gagal ditangkap dengan sempurna oleh Kiper PERADI FC . Bola muntah itu akhirnya dimanfaatkan oleh pemain Japan United sehingga membawa tim asal Jepang itu unggul 1-0 dari PERADI FC.
 
Tertinggal satu gol, PERADI FC mulai bermain terbuka. Sebuah tusukan ke jantung pertahanan Japan United oleh striker PERADI FC membuatnya harus dijatuhkan oleh pemain lawan di dalam kontak penalti.
 
Wasit pun akhirnya menunjuk titik putih dan memberi hadiah penalti kepada pemain PERADI FC. Namun, tendangan penalti masih melebar dari tiang gawang Japan United.
 
Japan United pun terus menekan PERADI FC. Hasilnya, tiga gol tambahan di babak pertama membuat skor pertandingan menjadi 4-0 untuk Japan United hingga turun minum.
 
Di babak kedua, pemain-pemain PERADI FC yang sehari sebelumnya melumat tim asal Tianjin Tiongkok seperti sudah kehabisan tenaga. Japan United memperbesar keunggulan melalui titik penalti setelah pemain PERADI FC melakukan handsball di dalam kotak penalti. Skor 5-0 untuk Japan United bertahan hingga wasit meniup peluit akhir pertandingan.
 
Pelatih PERADI FC Aji Ridwan Mas mengakui tim advokat asal Jepang itu unggul segala-galanya dari PERADI FC, mulai dari cara bermain, fisik, stamina dan umpan-umpan yang terukur. “Harus diakui Jepang jauh lebih pintar mainnya. Kita hanya bisa mengimbangi di setengah permainan. Di samping itu fisik anak-anak juga sudah kelelahan,” ujarnya.
 
Coach Aji mengatakan bahwa sejak awal dirinya memang mengatur strategi bertahan dan sekali-sekali melakukan serangan balik karena harus mengistirahatkan beberapa pemainnya yang cidera. Sayangnya, lanjut Aji, anak-anak PERADI FC kurang disiplin dalam menjaga pemain lawan. Apalagi, menurutnya, kiper juga kerap melakukan kesalahan.
 
“Gol pertama itu kesalahan kiper, itu bikin mental pemain down,” ujarnya.
 
Lebih lanjut, Coach Aji mengatkan bahwa mental pemainnya semakin down setelah pemain tengah andalan PERADI FC Rivai Simangunsong gagal mengeksekusi penalti. “Kalau penalti itu bisa dieksekusi dengan baik, mungkin ceritanya bisa lain,” tambahnya.
 
Meski begitu, Coach Aji berharap anak asuhannya bisa bangkit di pertandingan terakhir Piala Dunia Advokat 2016 ini melawan tim sepakbola advokat asal Maroko. “Besok mungkin kita sama-sama capek. Tapi, besok target saya pribadi harus menang,” tukasnya.
 
























Kiper

:

Bambang Harianto Ginting

Belakang

:

Roy Chandra Marbun/Misbach Gasma, Herwin Herman Raba/Ozhak Emanuel Sihotang, Rein Silaen, Rangga Maindra, Fajar Ramadhan Kartabrata

Tengah

:

Mario Silitonga (capt), Rudolf Rivai Simangunsong/Ismar Syafruddin, Aprizal Hosen/Michael Kanta Germansa, Joe Ricardo/Valentino Simanjuntak

Depan

:

Marco Silaen

 
 




Bambang Harianto Ginting

Marco Silaen

Rudolf Rivai Simangunsong







Coach







Susunan Pemain PERADI FC

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua