Rabu, 01 Juni 2016

Bersejarah! FHUI Resmikan Museum FH Pertama di Indonesia

Peresmian museum dibarengi dengan peringatan ulang tahun ke-70 Prof Erman Rajagukguk.
RED
Museum FHUI. Foto: law.ui.ac.id
Kabar positif datang dari kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat. Fakultas Hukum UI baru saja meresmikan museum yang diklaim sebagai museum pertama fakultas hukum di Indonesia sekaligus museum pertama di kampus UI.
 
“Fakultas Hukum Universitas Indonesia mencetak babak baru dalam dunia pendidikan tinggi Indonesia dengan menghadirkan museum di tengah fakultasnya. Museum ini merupakan museum pertama fakultas hukum di Indonesia, juga museum pertama di lingkungan Universitas Indonesia,” demikian bunyi warta yang terpampang di laman resmi FHUI, http://law.ui.ac.id.
 
Dalam acara peresmian yang digelar Rabu (1/6) bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, Dekan FHUI Prof Topo Santoso mengatakan latar belakang adanya museum ini karena FHUI memiliki sejarah paling panjang dan paling tua dalam pendidikan hukum di Indonesia.
 
Menurutnya, meskipun UI resmi berdiri pada tahun 1950, tetapi cikal bakal FHUI sebenarnya bermula sejak lahirnya rechtschool pada tahun 1909 dan Rechts Hogeschool (RH) pada 28 Oktober 1924 di Jalan Merdeka Barat. Kala itu, Ketua pertama RH adalah ahli hukum Belanda terkenal, yaitu Prof. Paul Mr. Scholten.
 
“Dengan melihat panjangnya perjalanan FHUI dalam dunia pendidikan hukum bangsa Indonesia, kehadiran museum ini menjadi sangat penting guna merekam jejak perjalanan FHUI,” papar Prof Topo.
 
Dijelaskan Prof Topo, tujuan dari adanya museum ini adalah memberikan pembelajaran kepada sivitas akademika UI dan masyarakat luas tentang sejarah lahirnya pendidikan hukum di Indonesia, kiprah para alumni FHUI, perkembangan FHUI, baik perkembangan pendidikan/kurikulum hukum maupun perkembangan prestasi mahasiswa FHUI.
 
Sejalan dengan tujuannya, di dalam museum terdapat beberapa koleksi antara lain arsip, foto, benda memorabilia, jurnal hukum sejak tahun 1990-an, dll. Pada museum ini juga pengunjung dapat menemukan satu sudut ruangan museum yang merekam perjalanan salah seorang tokoh guru besar FHUI yakni Prof. Erman Rajagukguk.
 
Bersamaan dengan acara peresmian museum, FHUI juga menggelar perayaan ulang tahun ke-70 Prof. Erman Rajagukguk. Pakar hukum senior yang lahir di Padang, Sumatera Barat, 1 Juni 1946 tercatat juga sebagai alumni FHUI yang lulus pada tahun 1975. Usai memperoleh gelar Sarjana Hukum, Prof Erman melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di School of Law University of Washington, Seattle.
 
Dalam rangka merayakan ulang tahun Prof Erman, FHUI meluncurkan buku berjudul “Erman Rajagukguk 70 Tahun: Hukum Ekonomi Indonesia (Kumpulan Karangan)”. Buku ini berisi kumpulan karangan yang  ditulis oleh murid-murid Prof. Erman dengan lingkup topik antara lain hukum internasional, perbankan, dan hukum ekonomi.
 
“Menulis dan menulis adalah nasihat  yang senantiasa disampaikan oleh Prof. Erman kepada muridnya, dan buku ini hadir sebagai bentuk apresiasi murid kepada guru yang selalu memberikan keteladanan dan motivasi untuk maju,” tulis FHUI di laman resminya.
 
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua