Kamis, 09 Juni 2016

Fakultas Hukum UNPAD Hijrah

Kegiatan perkuliahan pindah dari Dipati Ukur ke Jatinangor. Kebijakan ini mulai berlaku pada mahasiswa Tahun Akademik 2016/2017.
RIA
Kampus FH UNPAD. Foto: lib.fh.unpad.ac.id
Menyusul fakultas-fakultas yang sudah lebih dulu menjalankan kegiatan belajar mengajar di kampus Jatinangor, Bandung, Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (FH UNPAD) yang semula berlokasi di Jalan Dipati Ukur, Bandung, akan segera hijrah. Mulai Tahun Akademik 2016/2017, aktivitas perkuliahan FH UNPAD akan dilaksanakan di kampus Jatinangor.
 
Tetapi ternyata tidak semua kegiatan dipindahkan. Dikutip dari artikel yang dilansir dalam website resmi UNPAD www.unpad.ac.id, mahasiswa FH UNPAD yang akan belajar di Jatinangor adalah mahasiswa program sarjana tahun akademik 2016/2017. Sementara untuk mahasiswa yang telah lebih dulu masuk, mereka akan tetap bertahan di Dipati Ukur hingga lulus.
 
“Aktivitas perkuliahan di Jatinangor ini diperuntukkan bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2016/2017 dan angkatan selanjutnya. Sementara, angkatan lama masih melakukan kegiatan perkuliahan di kampus Dipati Ukur Bandung,” tutur Wakil Rektor Bidang Tata Kelola dan Sumber Daya UNPAD, Sigid Suseno.
 
Untuk diketahui, bukan hanya FH UNPAD yang hijrah, tetapi juga Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Sampai saat ini, memang tinggal kedua fakultas itu yang masih menempati kampus Dipati Ukur. Bahkan, Rektorat UNPAD pun sudah berlokasi di kampus Jatinangor sejak tahun 2012 silam.
 
Terkait lokasi, Sigid menyebutkan, nantinya FEB UNPAD akan menempati gedung yang berada di samping selatan Sarana Olah Raga (SOR) Bale Santika, sedangkan lokasi perkuliahan FH akan menempati gedung yang selama ini digunakan Fakultas Keperawatan. Fakultas Keperawatan sendiri akan menempati gedung baru yang terletak di antara Fakultas Kedokteran dan Fakultas Psikologi.
 
“Keseluruhan gedung ditargetkan sudah siap dan bisa digunakan pada Tahun Akademik 2016/2017 mendatang. Dan untuk lokasi gedung eks Fakultas Keperawatan akan kita lakukan renovasi agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan akademik FH UNPAD,” tukas pria yang sebelumnya menjabat sebagai Dekan FH UNPAD ini.
 
Rencana Lama
Pindahnya kampus FH dan FEB UNPAD ini sebenarnya bukan lah rencana baru, sebut Sigid. Ia menyebutkan bahwa rencana pengalihan aktivitas perkuliahan FEB dan FH ke Jatinangor sudah tercantum dalam konsep pembangunan awal kampus Jatinangor yaitu tahun 1983. Namun, rencana tersebut baru tahun ini bisa direalisasikan.
 
Dosen pidana internasional ini pun menyampaikan bahwa pemanfaatan kampus Jatinangor untuk aktivitas perkuliahan FH dan FEB dilakukan dalam rangka penataan kampus UNPAD secara keseluruhan.
 
Sesuai dengan konsep UNPAD Transformative Triangle yang digagas oleh Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad, tiga lokasi kampus utama yang dimiliki UNPAD saat ini akan memiliki peran masing-masing, ungkap Sigid. Ketiga lokasi itu adalah Jatinangor, Dipati Ukur, dan Arjasari.
 
“Berdasarkan konsep tersebut, kampus Jatinangor direncanakan dipakai untuk perkuliahan S1 dan Taman Sains Teknologi, kemudian kampus Dipati Ukur dipakai untuk perkuliahan Pascasarjana dan etalase berbagai produk keunggulan Unpad, lalu kampus Arjasari untuk riset-riset hilirisasi dan sekolah vokasional,” ujar Sigid.
Belum ada tanggapan
Captcha belum diisi / expired / tidak valid.

NAMA
EMAIL
JUDUL
TANGGAPAN

Seluruh judul dan isi tanggapan adalah tanggung jawab masing-masing penulis tanggapan. Redaksi hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan tanggapan dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua