Jumat, 10 June 2016

Yuk, Intip Aktivitas Lawyer Selama Ramadhan

Pekerjaan tetap diatur sedemikian rupa. Kerja lembur tetap tidak bisa dihindari.
KAR
Foto: deltarfdblogspot.com


 
Bulan Ramadhan senantiasa membawa perubahan ritme bekerja sehari-hari. Tak terkecuali bagi para lawyer. Kendati penanganan kasus dan pekerjaan lain tetap mewarnai keseharian, setidaknya ada nuansa lain yang dirasakan.



Menurut Irfan Ghazali, Partner pada kantor hukum Makes & Partner, kehadiran bulan puasa justru membuat dirinya lebih teratur. Ia mengaku selama bekerja di bulan puasa, ia bisa mengejar target secara efektif dan efisien. Setidaknya, untuk menyesuaikan dengan jadwal buka bersama keluarga maupun kolega.



“Bulan puasa kan hanya sebulan. Kita sudah ada agenda buka bersama dengan kolega maupun keluarga. Jadi pekerjaan diatur sedemikian rupa agar tidak bentrok,” tuturnya kepada hukumonline, Jumat (10/6).



Irfan mengatakan, kerja lembur memang sewaktu-waktu tetap tak bisa dihindari. Sebab, selama Ramadhan justru ada peningkatan pekerjaan meskipun tak jauh berbeda dengan hari biasanya. Akan tetapi, Irfan sekali lagi merasa tetap bisa mengatur waktu lebih baik.



“Saya sangat berusaha untuk bisa menyempatkan ibadah Ramadhan seperti shalat tarawih. Selain itu, waktu tidur juga harus disesuaikan agar cukup. Jangan sampai baru tidur sudah bertemu waktu sahur,” selorohnya.



Suasana keakraban juga lebih tercipta di kantornya. Ia mengatakan, menjelang waktu berbuka biasanya sesama lawyer maupun staf lain saling berdiskusi dan bercengkrama. Tak hanya itu, diadakan pula buka bersama seluruh staf sekaliangathering di luar kantor.



Keakraban tersebut, menurutnya, tak hanya terjalin di antara staf yang menjalankan ibadah puasa. Lawyer yang beragama lain pun ikut bergabung dalam aktivitas ngabuburit itu. Tetapi, biasanya lawyer yang sudah berkeluarga lebih memilih untuk mengejar waktu berbuka puasa di rumah bersama keluarga.



Pengacara publik Eny Rodiatul Ngazizah juga merasakan nuansa berbeda ketika menjalani rutinitas di bulan Ramadhan. Hanya saja, berbeda dengan Irfan, justru kasus yang ditanganinya berkurang cukup signifikan dibandingkan hari biasa. Hal ini karena jam konsultasi di kantor LBH Jakarta tempatnya bekerja dikurangi selama bulan Ramadhan.



“Biasanya dalam sehari bisa sampai 20 kasus, tetapi selama puasa hanya 6-7 saja. Jadi beban kerja terasa lebih ringan. Meskipun waktu kerja kita tetap seperti biasa tidak dibatasi, bisa sampai lembur setelah tarawih,” ujarnya.



Akan tetapi, yang paling terasa berbeda selama Ramadhan adalah suasana yang menurutnya lebih khidmat. Ia mengatakan, diskusi dengan serikat buruh yang menjadi klien-nya terasa lebih tenang selama puasa. Sedangkan di hari lain, diskusi yang berjalan bisa cukup panas dengan perdebatan dan protes.



Tak hanya itu, di antara para pengacara publik di kantornya pun waktu menjelang berbuka menjadi ajang meningkatkan keakraban. Eny menuturkan, dirinya bersama rekan-rekan LBH Jakarta lain biasanya saling ngobrol menunggu waktu berbuka. Selain itu, setelah berbuka pun biasanya aktivitas itu dilanjutkan sambil menunggu kemacetan Jakarta sedikit berkurang.



“Kita kadang nonton bareng di kantor. Pilih-pilih film yang bisa jadi motivasi dalam bekerja. Biasanya kita nonton bareng pakai LCD proyektor di kantor,” ungkapnya.



Di lain waktu, ia menyampaikan bahwa sesekali juga waktu ngabuburit dihabiskan di luar kantor. Biasanya pilihan tempat yang jadi favorit adalah Metropole lantaran tak jauh dengan kantor LBH Jakarta. Jika tak menonton film populer yang menghibur menjelang berbuka, para pengacara publik itu mengisi waktu dengan berbuka bersama.



Tradisi buka bersama yang resmi diselenggarakan oleh kantor pun selalu mewarnai kalender Ramadhan. Namun agenda ini juga dibarengi dengan rapat umum. Menurut Eny, tujuan buka bersama memang bukan hanya untuk mempererat keakraban awak LBH Jakarta, tetapi sekaligus menyelesaikan agenda rutin terkait pekerjaan.



“Untuk ibadah Ramadhan, kita harus pandai-pandai mengatur waktu. Misalnya shalat tarawih, ya dilakukan masing-masing saja di rumah,” pungkasnya.

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua