Selasa, 14 June 2016

Didakwa Aniaya Keluarga Hakim, Advokat Dituntut 6 Bulan Penjara

ANT

Novel Al Bakrie, advokat yang menganiaya istri dan anak Wakil Ketua Pengadilan Negeri Cilacap dituntut hukuman enam bulan penjara.

Jaksa Penuntut Umum Yosi Budi Santoso dalam sidang di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa, mengatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pada 351 KUHP tentang penganiayaan.

Terdakwa dinilai terbukti melakukan tindak penganiayaan terhadap Juliastri (54) dan Rendhi Widodo Putera (25), istri dan anak Wakil Ketua Pengadilan Negeri Cilacap Sri Widodo.

"Perbuatan terdakwa menyebabkan luka pada bagian wajah, dada serta tangan saksi korban Rendhi Widodo," katanya dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Antonius Wididjanto tersebut.

Dalam menuntut terdakwa, jaksa menyampaikan sejumlah pertimbangan, seperti perbuatan terdakwa menyebabkan saksi Rendhi Widodo mengalami luka.

Terdakwa sebagai seorang advokat seharusnya memberi contoh yang baik kepada masyarakat.

Selain itu, tindak pidana yang dilakukan tersebut diakibatkan perbuatan saksi korban yang telah merusak pipa air miliknya.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa Novel akan menyampaikan pembelaan pada sidang pekan depan.

Sebelumnya diberitakan, Novel didakwa atas penganiayaan terhadap Juliastri (54) dan Rendhi Widodo Putera (25), istri dan anak Wakil Ketua Pengadilan Negeri Cilacap Sri Widodo.

Penganiayaan yang terjadi di kompleks Perumahan Bukit Sari Jalan Bukit Merbabu Nomor 8, Kelurahan Ngesrep, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang tersebut terjadi pada 25 Juli 2015.

Novel sendiri saat ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Kedungpane Semarang.




















Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua