Jumat, 05 Agustus 2016

Ternyata Eksekusi Dua Terpidana Mati Tak Tunggu Grasi

Pelaksanaan hukuman mati terhadap kedua terpidana dilakukan dengan tanpa menunggu dikeluarkannya Surat Keputusan Penolakan Grasi dari Presiden. Tindakan jaksa eksekutor ini bertentangan dengan Pasal 3 jo Pasal 13 UU tentang Grasi.
CR-20
Ilustrasi eksekusi mati. FOTO: BAS

Komisi Kejaksaan menerima aduan dugaan tidak sahnya eksekusi mati terhadap Sack Osmane dan Humprey Ejike Eleweke. Dua advokat yakni Arif Sahudi (Ketua Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia) dan Boyamin Saiman datang ke kantor komisi sebagai pengadu.

 

Pengaduan mengenai dugaan tidak sahnya eksekusi mati terhadap Sack Osmane dan Humprey diterima oleh Komisioner Kejaksaan Indro Sugianto. Melalui pesan singkat, Indro menjawab, “benar hari ini Komisi Kejaksaan telah menerima pengaduan tentang hal tersebut. KKRI akan segera melakukan telaah terhadap pengaduan ini.”

 

Dalam pernyataannya, Boyamin mengharapkan dari laporan pengaduannya tersebut, Komisi Kejaksaan dapat mengeluarkan rekomendasi terkait pelanggaran yang bersifat administratif dalam eksekusi hukuman mati. Langkah hukum selanjutnya yang akan dilakukan oleh Boyamin adalah melakukan pengaduan dugaan pelannggaran Hak Asasi Manusia dalam pelaksanaan eksekusi terpidana mati. 

 

Terpidana mati Humprey Ejike Eleweke mengajukan permohonan grasi pada 25 Juli 2016 melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sedangkan Sack Osmane mengajukan grasi pada 27 Juli 2016 melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Baca juga: Delapan dari 14 Terpidana Mati Belum Terima Kabar Soal Permohonan Grasi)

 

Pelaksanaan hukuman mati terhadap keduanya dilakukan dengan tanpa menunggu dikeluarkannya Surat Keputusan Penolakan Grasi dari Presiden. Menurut Boyamin Saiman, tindakan jaksa eksekutor ini bertentangan dengan Pasal 3 jo Pasal 13 UU Nomor 22 Tahun 2002 tentang Grasi.

 

Berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 107/PUU-XIII/2005 tentang judicial review terhadap Undang-Undang Grasi, Boyamin menjelaskan bahwa, “eksekusi terhadap terpidana mati tidak dapat dilaksanakan apabila terpidana mati yang mengajukan grasi belum menerima surat penolakan dari Presiden.” 

 

Pihak yang diadukan ke Komisi Kejaksaan adalah jaksa eksekutor pidana mati dan pejabat atasannya yang memberikan perintah. Boyamin menyatakan bahwa eksekusi terhadap terpidana mati yang permohonan grasinya masih diproses merupakan tindakan yang bertentangan dengan ketentuan dan dapat dikategorikan sebagai tindakan tidak sah atau illegal.
Halaman

Seluruh isi komentar adalah tanggung jawab masing-masing pengguna. Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Redaksi Hukumonline berhak untuk menayangkan atau tidak menayangkan komentar, dengan mempertimbangkan kepatutan serta norma-norma yang berlaku.

[ X ]

Notifikasi Adblocker

Kami memasang iklan pada konten yang Anda ingin jelajahi.
Iklan membantu kami untuk dapat memberikan konten hukum secara gratis.

Bantu kami untuk tetap menjadikan hukum untuk semua dengan cara menonaktifkan Adblock pada browser Anda. Pahami lebih lanjut mengenai ketentuannya disini.

Selain itu, Anda juga dapat berlangganan layanan premium dari hukumonline.com. klik disini

Terima kasih atas dukungan yang Anda berikan.

[ X ]

Ketentuan Adblocker


Bagaimana menonaktifkan Adblocker pada laman hukumonline.com?

Adblock / Adblock Plus
  • Klik logo Adblock/Adblock Plus, yang berada disebelah kanan address bar.
  • Pada Adblock, klik "Don't run on pages on this domain".
  • Pada Adblock Plus klik "Enabled on this site" untuk menonaktifkan Adblocking pada laman hukumonline.com. Apabila Anda menggunakan Firefox, klik "disable on hukumonline.com".
Firefox Tracking Protection

Apabila Anda menggunakan Private Browsing dalam Firefox, "Tracking Protection" akan muncul pemberitahuan Adblock. Anda dapat menonaktifkan dengan klik “shield icon” pada address bar Anda.

Ghostery
  • Klik pada icon Ghostery.
  • Apabila Anda menggunakan versi sebelum 6.0 klik "whitelist site".
  • Dalam versi 6.0 klik "trust site" atau tambahkan hukumonline.com pada Trusted Site list Anda.
  • Dalam versi sebelum 6.0 Anda akan melihat pesan "Site is whitelisted". Klik "reload the page to see your changes".
uBlock
  • Klik ikon uBlock.
  • Lalu klik tombol besar untuk melakukan whitelist pada laman yang sedang Anda jelajahi, dan ketika Anda membuka laman ini kembali secara otomatis akan terekam perintah yang Anda lakukan.
  • Lalu lakukan reload pada laman yang Anda jelajahi.

Terima kasih atas dukungan Anda untuk membantu kami menjadikan hukum untuk semua